Sejumlah PKL di Tobelo Keluhkan Kepemimpinan FM-Mantap

  • Whatsapp
Pasar modern (Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut), mengaku kurang lebih empat tahun kepemimpinan Bupati Frans Manery dan Wakil Bupati Muchlis Tapi-Tapi (FM-Mantap), pihaknya tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Halut.

“Saya berjualan sudah kurang lebih tiga tahun tapi sampai hari ini tidak ada bantuan dari pemerintah sini. Bahkan kami yang berjualan di sini hanya dengan modal kami sendiri,” ucap salah satu PKL yang berjualan di Pasar Modern, Sharilah Manila kepada wartawan, Selasa (11/2/2020).

Muat Lebih

Bukan hanya itu, warga Kampung Baru, Desa Rawajaya ini mengatakan selama ini tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah daerah terkait dengan penataan pasar di Tobelo, dibandingkan dengan kabupaten lain.

“Kalau kita bandingkan dengan kabupaten lain, pasar mereka ditata dengan baik dan kepada PKL diberikan modal. Sementara di Halut tidak ada sama sekali, jika kalau ada bantuan dari Pemda itu diberikan hanya kepada orang-orang tertentu saja,” tuturnya.

Sharilah mengaku pendapatannya dalam sehari tergantung pengunjung pasar, dan itu hanya berkisar perhari Rp 200.000. Modal yang digunakan hanya modal pribadi, tidak ada bantuan dari Pemda Halut. Bahkan ia menduga FM-Mantap pada Pilkada tahun 2015 dijanjikan bakal menang 100 persen untuk kompleks Kampung Baru Desa Rawajaya, tetapi nyatanya tidak menang 100 persen. Akibatnya ketika menjadi Bupati dan Wabup, mereka menutup mata kepada sejumlah pedagang asal Desa Rawajaya.

“Bupati dan Wabup mereka cuman tutup mata, tidak pernah lihat nasib kami, karena kami hanya berusaha dengan modal sendiri tidak ada bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Pasar Inpres di samping galaxi yang terlihat sangat sepi (Ronald/KabarMalut)

Hal senada disampaikan salah satu PKL yang berjualan di pasar Inpres samping Galaxy, Sulastri warga Desa Wosia Kecamatan Tobelo, juga mengaku selama dirinya berjualan kurang lebih lima tahun, dirinya pun tidak pernah mendapat pelayanan dari pemerintah setempat.

“Menurut kami kepemimpinan yang sekarang ini gagal. Karena sudah kurang lebih empat tahun kepemimpinan mereka tidak ada satupun program yang bersentuhan langsung kepada PKL,” ucapnya. (*)

Pos terkait