Geledah Kantor Samsat Pulau Morotai, Tim Penyidik Dobrak Pintu Ruangan Jasa Raharja 

  • Whatsapp
Tim Penyidik Kejati Maluku Utara dibantu Tim Intelejen Kejari melakukan penggeledahan di kantor Samsat Pulau Morotai (Istimewa)

DARUBA – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) melakukan penggeledahan kantor Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Pulau Morotai. Untuk mencari bukti yang diingin, tim penyidik harus melakukan upayah paksa mendobrak pintu ruangan Jasa Raharja karena dalam keadaan terkunci.

“Tim sedikit menemui kendala saat akan memasuki ruang Jasa Raharja dikarenakan petugas tidak berada di tempat, dan harus mendobrak paksa pintu ruangan,” ungkap Kasi Intel Kejari Pulau Morotai, Asep kepada wartawan usai penggeledahan, Senin (17/2/2020).

Pengeledahan tersebut dalam rangka untuk mencari bukti terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran pajak kendaraan di Samsat Pulau Morotai tahun 2017 dengan tersangka Ridwan Awal selaku Kepala Samsat Pulau Morotai.

Sekitar 4 orang Tim Penyidik Kejati Malut dibantu 2 Tim Intelejen Kejari melakukan penggeledahan sekitar pukul 10.00 WIT sampai dengan pukul 12.00 WIT. Penggeladahan itu juga turut disaksikan 6 pegawai Samsat Pulau Morotai dan Sekdes Desa Darame sebagai perwakilan aparat desa setempat.

“Setelah 2 jam lebih penggeledahan, tim penyidik Kejati Malut berhasil menyita sejumlah dokumen yang dianggap penting, dan langsung dibawah untuk kepentingan penyidikan,” jelasnya.

Menurut Asep, ada beberap kendala yang dialami tim penyidik dalam proses penggeledahan ini, salah satunya adalah ketidak hadiran Kepala UPTB Samsat  Pulau Morotai. Selain itu, tidak ada pejabat yang mewakili atau pegawai PNS ditempat, dan hanya menjumpai 4 orang pegawai honorer sebelum Kasi Penagihan Djufri Syarbin datang di kantor setelah mendapat telepon dari salah seorang pegawai.

“Listrik di kantor UPTB Samsat Pulau Morotai juga padam sehingga penerangan kurang optimal,” tambahnya.

Namun, Asep menjamin proses penggeledahan itu tidak menggnggu aktifitas pelayanan publik di kantor tersebut.

“Kegiatan penggeledahan dan penyitaan pada kantor UPTB Samsat Pulau Morotai tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat untuk pengurusan kendaraan. Sampai selesai semuanya berjalan aman dan lancar,” terangnya.

Penyidik menyita tiga jenis berkas dan dibawah yakni 14 bundel Laporan Pertanggung Jawaban Fisik dan realisasi PKB dan BBN-KB bulan Januari sampai dengan November 2018, 7 budel lembar 4 surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN-KB dan SWDKLLJ berikut bukti setor bulan Januari sampai dengan Juli 2018, dan 1 buku Pergub Malut nomor 15  tahun 2017. (*)

Pos terkait