DKP Pulau Morotai Ajukan Penambahan Kapal Tangkap, Kuota BBM dan Es Balok untuk Nelayan

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pulau Morotai, Suryani Antarani (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Dalam rangka meningkatkan kesejatraan ekonomi bagi para nelayan di Kabupaten Pulau Morotai, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pulau Morotai mengajukan penambahan kapal tangkap, kuota Bahan Bakar Menyak (BBM) dan es balok bagi nelayan kepada Pemerintah Pusat.

Kepala DKP Pulau Morotai, Suryani Antarani mengatakan kapal tangkap yang tersedia saat ini yang berasal dari bantuan pemerintah pusat tidak mencukupi bagi nelayan. Sekitar 700 nelayan belum miliki alat tangkap, kapal tangkap yang tersedia saat ini sekitar 300 unit  dan itu tidak cukup, untuk itu harus ada tambahan kapal untuk penuhi kebutuhan para nelayan dan target ekspor.

“Saat ini hanya nelayan di dua kecamatan yakni, Kecamatan Morotai Selatan dan Morotai Timur yang mendapatkan bantuan kapal tangkap. Sementara nelayan di empat kecamatan lainnya seperti Kecamatan Morotai Jaya, Morotai Utara, Morotai Selatan Barat dan Kecamatan Pulau Rao sebagian besar nelayan belum memperoleh kapal tangkap. Maunya kami, semua nelayan di seluruh Morotai mendapatkan bantuan kapal tangkap,” ungkap Suryani kepada KabarMalut saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (18/2/2020).

Selain tambahan kapal tangkap, Suryani mengaku kouta Bahan Bakar Minyak (BBM) perlu ditambah, sebab BBM tersedia tidak cukup bagi nelayan untuk melaut.

“Sesuai dengan hitungan kami, BBM per bulannya harus 200 ton untuk nelayan melaut, sementara yang saat ini tersedia hanya 20 ton per bulan, padahal sekali melaut nelayan menghabiskan 200 liter BBM per hari, itu artinya kouta BBM ini masih kurang dan harus ditambah untuk penuhi kebutuhan para nelayan melaut,” terangya.

Begitu juga dengan kouta es balok juga perlu ditambah, karena es balok yang tersedia tidak cukup untuk penuhi kebutuhan para nelayan.

“Jadi kouta es balok ini yang tersedia saat ini hanya 10 ton, ini masih kurang jadi perlu harus ditambah,  jika kapal tangkap, kouta es balok dan kouta BBM tidak ditambah, maka dipastikan menunjang kesejatraan ekonomi para nelayan bakal masih jauh dari harapan,” jelasnya.

Untuk kapal tangkap, DKP Pulau Morotai sudah meminta ke pemerintah pusat, kouta es balok juga sudah diminta, tambahan kouta BBM juga telah disampaikan ke pihak pertamina.  Harapannya, tiga kebutuhan nelayan tersebut bisa dikabulkan, karena ini menyangkut kesejatraan para nelayan. (*)

Pos terkait