Kapal Peti Kemas Segera Masuk Pulau Taliabu

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perhubungan Pulau Taliabu, Abdul Kadir Nur Ali (Hamsan/KabarMalut)

BOBONG – Kabar gembira buat masyarakat di Kabupaten Pulau Taliabu, dalam waktu dekat ini kapal peti kemas segera masuk di Pulau Taliabu. Hal ini merupakan hasil komunikasi pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Pulau Taliabu guna menjawab kebutuhan pengangkutan hasil tani masyarakat Pulau Taliabu langsung ke Surabaya Provinsi Jawa Timur.

“Semoga dengan masuknya kapal peti kemas ini dapat membantu masyarakat dalam hal pengangkutan hasil perkebunan mereka, seperti kopra, pala, cengkeh dan hasil tani lainnya langsung ke Surabaya, karena selain biaya tiketnya murah juga harganya pun akan berbeda dengan luwuk, karena sudah pasti di Surabaya akan lebih mahal harga cengkeh, pala, coklat dan kopra di bandingkan dengan Luwuk,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Pulau Taliabu, Abdul Kadir Nur Ali pada KabarMalut, Selasa(18/2/2020).

Selain itu, lanjut Kadir, harga sembilan bahan pokok (Sembako) pun akan lebih murah dibandingkan di Luwuk. Sehingga ketika membawa hasil perkebunan ke Surabaya, maka baliknya bisa belanja Sembako dan kebutuhan lainnya lagi. Untuk itu ia berharap semoga program pemerintah ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara keseluruhan di Pulau Taliabu.

“Saya menghimbau pada seluruh masyarakat untuk tidak lagi menjual hasil tani seperti kopra, cengkeh, pala dan coklat serta hasil lainnya ke Luwuk lagi, tapi semuanya bawa ke Surabaya saja, karena di sana harga lebih mahal berbeda dengan Luwuk, terus harga sembilan bahan pokok dan kebutuhan lainnya lebih murah,” harapnya.

Kepala Syahbandar Bobong, Abd Rauf Soamole mengaku terkait pelabuhan tempat berlabuhnya kapal peti kemas akan difokuskan pada Pelabuhan Talo. Karena hasil survei menunjukan Pelabuhan Talo memenuhi syarat dan layak untuk dijadikan pelabuhan bongkar muat kapal peti kemas.

“Kalau soal layak pelabuhan talo sangat layak dan sudah memenuhi kapasitas, kami sudah melaporkan luas pelabuhan itu dan pihak kapal sudah menyampaikan kapasitas besarnya kapal itu juga. Jadi pelabuhan talo layak,” kata Rauf.

Terkait lokasi penampungan kontainer, kata Rauf, untuk sementara kontainer akan ditaruh di atas pelabuhan, karena lokasi penampungan kontainer belum ada, tapi areal pelabuhan itu juga sudah layak untuk tampung kontainer.

“Jadi nanti kapal sandar kontainer akan dikasi turun diatas jembatan baru barangnya dibongkar, setelah barang habis dibongkar baru kasih naik lagi kontainer ke kapal,” pungkasnya. (*)

Pos terkait