Netfid Minta KPU dan Bawaslu Kepsul Segera Sikapi Masalah di Kawata

  • Bagikan
Ketua Network For Indonesia Demokratic (Netfid) Kepulauan Sula, Fahrul Pora (Ilham/KabarMalut)

SANANA – Sikap masyarakat Desa Kawata, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang menyatakan tidak akan terlibat dalam penyelenggara Pemilu, baik itu PPS, PPDP dan KPPS pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepsul tahun ini, merupakan satu ancaman serius yang harus segera disikapi serius oleh lembaga penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

Ketua Network For Indonesia Demokratic (Netfid) Kepsul, Fahrul Pora mengatakan KPU dan Bawaslu segera berkordinasi dengan pihak keamanan agar segera menyikapi masalah tersebut. Apalagi sikap yang ditunjukan oleh masyarakat Kawata itu, disampaikan langsung oleh Pj Kepala Desa setempat.

“Sikap yang penolakan keterlibatan dalam penyelenggara Pilkada yang ditunjukan oleh msyarakat Kawata saat ini, tidak bisa dianggap enteng. Sebab itu bagian dari api dalam sekam, yang akan membesar ketika datang waktunya,” kata Fahrul kepada KabarMalut, Selasa (18/2/2020).

Netfid meminta KPU dan Bawaslu harus segera bertindak cepat, sebab masalah yang terjadi di Kawata, muncul karena ulah KPU dan Bawaslu sendiri.

“Harus segera diatasi, karena tahapan Pilkada sudah berjalan. Jangan sampai membesar dan mengganggu,” jelasnya.

Fahrul menambahkan, Pilkada merupakan amanat konstitusi yang harus dijaga oleh semua pihak. Dengan begitu, selaku lembaga Pemantau Pemilu, Netfid berharap KPU dan Bawaslu agar lebih responsif dengan setiap permasalahan yang muncul.

“Terutama pada masalah yang akan mengancam keberlangsungan pelaksanan Pilkada ini,” pungkasnya. (*)

 

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut