Tolak Jadi Penyelenggara di Tingkat Desa, Pemda Panggil Kades Kawata dan Tokoh Masyarakat

  • Whatsapp
KPU,  Bawaslu Polisi dan Pemda Kepulauan Sula duduk bersama membahas aksi masyarakat Desa Kawata (Istimewa)

SANANA – Aksi penolak warga Desa Kawata Kecamatan Mangoli Utara Timur untuk menjadi penyelenggara di tingkat desa pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kebupaten Kepulauan Sula (Kepsul) tahun 2020, menyita perhatian serius dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Polres, Bawaslu dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kepsul.

Informasi yang dihimpun KabarMalut, empat lembaga tersebut akhirnya duduk bersama berembuk di meja Asisten I Setda Kepsul membahas solusi dari aski warga Desa Kawata ini. Pihak Kepolisian mengkhawatirkan tindakan tersebut jangan sampai mengarah pada upayah menggagalkan Pemilu.

Dari seluruh pandangan dan saran pihak-pihak terkait, Pemda akhirnya bersepakat memanggil pejabat Kepala Desa Kawata dan tokoh masyarakat untuk diberikan pencerahan.

“Dari koordinasi yang kami bangun tadi bersama Bawaslu, Polres dan Pemda,  maka pihak Pemda bersepakat akan memanggil Pj Kades Kawata dan tokoh masyarakat,” kata Ketua KPU Kepsul, Yuni Yunengsih Ayuba (18/2/2020).

Terpisah Kabag Humas Setda Kepsul, Basaludin Labessi menyampaikan Pemda berterima kasih pada KPU dan Bawaslu yang masih memberikan kesempatan kepada kami untuk membina aparatur di Desa Kawata terkait masalah tersebut.

“Hari ini kami akan segera melayangkan surat panggilan buat Pj Kades Kawata dan tokoh masyarakat sebagaimana hasil rapat bersama KPU, Bawaslu Polisi dan Pemda tadi,” singkat Basaludin. (*)

Pos terkait