Enam Kadis Mangkir Dari Panggilan Bawaslu Halsel

  • Bagikan
Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran (HPP) Bawaslu Halsel, Asman Jamil (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA РSembilan  Kepala Dinas (Kadis) yang diduga terlibat dalam kampanye terselubung pada saat kunjungan kerja Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba di Desa Soa Sangaji Kecamatan Obi Barat pekan lalu belum menghadiri panggilan Bawaslu. Padahal Bawasl sudah melayangkan surat panggilan.

“Dari pagi sampi jam ini (sore) baru Kabag Humas Mujibur Rahman yang memberikan klarifikasi,” kata Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran (HPP) Bawaslu Halsel, Asman Jamil kepada KabarMalut, Rabu (19/2/2020).

Bawaslu mencatat sebanyak sembilan Kadis dan satu Kepala Bagian yakni Humas dan Protokol dengan sengaja mengkampanyekan Bahrain Kasuba. Sembilan Kadis tersebut yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Nurlela Muhammad, Kepala Dinas DPM-PTSP Nasir Koda, Kadis PU-PR Ali Dano Hasan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Bustamin Soleman, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daud Jubedi serat Kabag Humas dan Protokol Mujibur Rahman.

“Undangan klarifikasi yang dikeluarkan Bawaslu kemarin total tujuh, dan tadi pagi juga Bawaslu mengeluaran tambahan tiga undangan klarifikasi. Jadi total sembilan Kadis dan satu Kabag Humas,” sebut Asman.

Sementara kata Asman, yang menghadir panggilan Bawaslu dari kemarin baru tiga Kadis yaitu Kadis Kominfo Ani Rajiloen, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan KB Aisya Badaruni dan Kadis Nakertrans Fahri Mahar dan Kabag Humas. Target Bawaslu pada hari ini enam Kadis tersebut harus diperiksa, namun para Kadis tidak mengindahkan panggilan Bawaslu.

“Yang hadir hanya Kabag Humas enam Kadis tidak hadir. Kami juga tidak tahu apa alasan mereka,” tutup Asman. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut