Warna Air Laut Berubah dan Ikan Mati Mendadak Gegerkan Warga Pulau Makian

  • Bagikan
Warna air laut di deapan Desa Sangapati yang berubah warna kecoklatan (Istimewa)

LABUHA – Warga Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut) dibuat geger atas kejadian perubahan warna air laut menjadi kecoklatan disertai ikan mati mendadak. Kejadian aneh ini ketahui dialami sekitar mulai dari Desa Ploili hingga ke Desa Matantengin sehingga menjadi tontonan warga.

Kepala Desa Sangapati, Muhammad Mustafa menjelaskan mengetahui kejadian aneh ini dari warga. Setelah mendapatkan informasi adanya kejadian tersebut dirinya menghubungi Camat Ahmad Abbas untuk menyaksikan kejadian perubahan warna air laut disertai ribuan ikan mati ini.

Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di Pulau Makian sehingga warga menduga perubahan warnai air lain menjadi kecoklatan dan ikan mati ini diakibatkan dari air laut yang tercemar oleh limbah. Namun belum memastikan sumber dari limba atau penyebab lainnya.

“Sumbernya belum diketahui. Jadi arus yang menggiring limbah tersebut masuk ke pantai sehingga ribuan ikan mati dan terdampar ke pantai,” ungkap  Mustafa kepada KabarMalut melalui sambungan telepon, Senin (24/2/2020).

Meski menjadi tontotan warga, tetapi kejadian aneh ini sempat mengundang ketakutan warga Pulau Makian. Bahkan warga berasumsi kejadian ini berhubungan dengan kondisi gunung berapi Kie Besi Pulau Makian.

“Ketakutan warga di sini jangan sampai sumbernya dari pesisir pantai mungkin dari gunung kami ini. Gunung di sini dulukan pernah meletus,” tandasnya.

Ketakutan warga dapat teratasi ketika ada informasi dari sejumlah nelayan bahwa air laut berwarna kecoklatan itu sudah ditemukan nelayan di tengah laut sehari sebelumnya di antara Pulau Makian dan Kayoa.

“Sebelum itu kami dapat informasi ari kabur itu sudah didapatkan oleh nelayan di tengah laut,” sebutnya.

Ikan mati dan hanyut ke bibir pantai (Istimewa)

Sementara salah satu tokoh Desa Suma, Usman Hi Hamadi mengatakan warna air laut yang berubah warna kecoklatan ini awalnya muncul di sekitar 5 mil laut Pulau Makian bagian timur dan saat ini sudah mencapai pesisir pantai. Warga khawatir dengan perubahan tersebut bisa mengancaman kesehatan mereka akibat adanya limbah yang tercemar di air laut ini, karena ikan yang berada di perairan tersebut mati dan terdampar di bibir pantai.

“Kami lihat warna laut seperti ini sudah dari beberapa hari kemarin tapi masih di tengah laut antara Pulau Halmahera dan Pulau Makian, tapi tadi sore sudah sampai ke pantai dan ikan semua mati,” ungkap Usman.

Warga berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera mengusut penyebab perubahan warna air laut ini untuk mengatasi kekhawatiran warga.

“Pemerintah harus usut untuk mencari tahu dan segera mengatasi ini. Kami takut akan berdampak pada kesehatan dan juga rusaknya karang maupun ikan di sekitar kami,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut