Usut Pembelian Kapal Nautika, Kejati Malut Periksa Kontraktor dan Kepsek SMK N 1 Halbar

  • Bagikan
Direktur Utama PT Tamalanrea Karsatama, Ibrahim Ruray (kiri) dan Kepsek SMK Negeri 1 Halmahera Barat, Niklas R (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) terus mengusut dugaan korupsi anggaran pengadaan Kapal Nautika Penangkapan Ikan (NKPI) senilai Rp 7,8 tahun 2019 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Malut.

Dua orang saksi terdiri dari pihak kontraktor pengadaan yakni Direktur Utama PT Tamalanrea Karsatama, Ibrahim Ruray dan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Halmahera Barat (Halbar), Niklas R Dimara diperiksa penyidik.

Pemeriksaan yang berlangsung di ruang Intelejen Kejati Malut ini, kedua saksi dimintai keterangan selama 4,5 jam yang berlangsung mulai pukul 09:00-12:30 WIT.

Direktur Utama PT Tamalanrea Karsatama, Ibrahim Ruray mengaku diperiksa untuk menjawab 10 pertanyaan yang diajukan penyidik. Menurutnya proses pemberlian sudah sesuai kontrak kerja mulai dari simulator sudah dikontrak di tiga SMK pada tiga wilayah di Malut bahkan sudah menyerahkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.

“Kontraktor sudah serahkan kapal nautika, tetapi untuk proses pencarian sementara 50 persen itu progres,” kata Ibrahim kepada wartawan usai pemeriksaan di kantor Kejati Malut, Jumat (28/2/2020).

Sementara Kepsek SMK N 1 Halbar, Niklas R Dimara mengaku pada penyidik dirinya menjelaskan sesuai yang dilihat diketahui di lapangan.

“Seperti awalnya proposal kami kirim ke Dinas Pendidikan Provinsi Malut, setelah itu proses selanjutnya kami menunggu, dalam proposal tersebut senilai Rp 1,5 milar,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut