Kuker ke Pulau Morotai, Tim ASITA Manado Kunjungi Sejumlah Spot Wisata

  • Bagikan
Rombongan ASITA dan Istri Wakil Bupati serta Kadis Pariwisata saat berkunjung di salah satu spot Wisata di Pulau Morotai (Istimewa)

DARUBA – Association Of Indonesia Tour dan Travel Agent Agencies (ASITA) Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sejak Minggu tanggal 1 sampai 3 Maret, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut).

Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Ida Arsad mengatakan kedatangan tim ASITA Manado sebanyak 15 orang itu dibawah pimpinan rombonganya Dino Gobel, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pariwisata, mengali informasi tentang potensi-potensi wisata yang ada di Morotai untuk disinkronkan. Manado sendiri sebelum isu virus corona, kunjungan wisatawanya dalam per bulan mencapai 12 ribu sampai 15 ribu wisatawan.

“Kedatangan tim ASITA ini tujuannya dalam rangka menggali potensi wisata Morotai, sekaligus melakukan kerja sama dalam bentuk sinergitas dan kolaborasi membangun industri pariwisata kedua wilayah, yaitu Sulut dan Morotai,” ungkap Ida kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2020).

Kehadiran ASITA membuka peluang besar untuk Morotai yang  dekat dengan Manado, sehingga diupayakan dapat meningkatkan kedatangan wisatawan di Morotai.

“Setidaknya dengan kehadiran mereka (ASITA) di Morotai ini bisa mengarahkan dan menjual paket-paket wisata milik Morotai ke Manado dan ke wisatawan-wisatawan,” terangnya.

Foto bersama istri bupati dan Kadis Parawisata dengan Tim ASITA Manado di kediaman Bupati Pulau Morotai, Benny Laos (Istimewa)

Selama di Morotai, Tim ASITA melakukan kunjungan pada sejumlah spot-spot wisata dan sangat antusias dengan potensi-potensi wisata yang ada di Pulau Morotai, karena wisata Morotai ini selain wisata alam pantinya yang indah, terpaling terpenting itu wisata historisnya yang memiliki keindahan alam yang bernilai sejarah tertentu, itu yang terget ASITA untuk menjual ke negara-negara luar.

“Jadi yang mereka kunjungi itu Pulau Zum-zum, Dodola, Army Dock, Air Kaca serta beberpa spot-spot wisata lain di Kecamatan Morotai Utara, kita lihat potensi-potensi yang bisa dikembangkan menjadi ekowisata untuk kedepan nanti,” kata Ida.

Beberapa cottage (pondok) untuk aminitas juga dikunjungi, guna membahas bagimana kesiapan dari Morotai berkaitan dengan aminitas. Selain itu, sejumlah hotel D’Aloha Marahai dan ke Moromadoto juga dikunjungi untuk melihat bisa tidaknya untuk digunakan tamu-tamu wisatawan menginap.

“Hasil kunjungan itu, mereka banyak mengambil dokumentasi di setiap spot-spot, karena mereka turun sendiri dan melihat sendiri apa keunikan dari masing-masing spot, dan hasil dari pengambilan dokumentasi itu mereka sudah ekspose lewat mensosnya mereka sendiri. Sehingga ada yang sudah memberikan respon akan berkunjung ke Morotai karena punya link-link di travel-travel ijen, dan rata-rata yang hadir kemarin itu punya travel ijen kemudian pengusaha-pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata yang punya hotel restoran dan lain-lain,” tambah Ida.

Tim ASITA juga memiliki keinginan untuk menanam investasi di Morotai, dengan membuka usaha karaoke karena d Morotai belum ada usaha tersebut. Sehingga tim ASITA akan balik lagi dengan membawa travel-travel ijen yang lain.

Ida sendiri berharap dengan adanya kebijakan pemerintah pusat menurunkan harga tiket pesawat, di tahun 2020 ini kunjungan wisatawan lebih banyak lagi dari sebelumnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut