Polda Malut Pastikan Perubanhan Warna Air dan Ikan Mati Mendadak Tak Miliki Kandungan Kimia

  • Bagikan
Direktur Polairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Raden Agung Djarot Ryadi (Yasim /KabarMalut)

TERNATE – Kejadian perubahan warna air menjadi kecoklatan disertai ikan mati mendadak di perairan Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dan Kota Ternate, sempat menghebohkan warga Maluku Utara (Malut). Polda Malut memastikan perubahan warna air dan ikan mati itu, tidak memiliki kandungan kimai.

Direktur Polairud Polda Malut, Kombes Pol Raden Agung Jarod Riyadi mengaku kepastian itu didapat setelah dilakukan uji sampel di Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil sampel air yang ada di Pulau Makian dan Kota Ternate tidak memiliki kandungan kimia, sebab hasil uji air untuk Makian memiliki pH 7 dengana artian normal, sementara untuk air laut Ternate miliki pH 6 yang masih dikategorikan normal dan tidak mengandung zat atau pencemaran.

“Mereka (Labfor) telah membandingkan air yang berubah warna dan air yang jernih, tapi hasilnya sama-sama pH 7 untuk Pulau Makian. Sementara untuk Ternate air jernih dan yang berubah warna pH 6 dan itu masih batas normal,” kata Agung kepada wartawan, Rabu (4/3/2020).

Djarot menambahkan, untuk hasil uji sampel ikan Tim Labfor Makassar juga melakukan perbandingan antara ikan mati dan ikan hidup, hasil uji menyatakan ikan mati itu tidak ada kandungan kimia. Dari hasil uji ikan hidup menurut Jarod, tim Labfor yang dipimpin oleh Kasubdit Bio dan Narkotika, AKBP Made menyatakan bahwa, jika air keru yang ada itu mengandung zat kimia maka ikan yang dimasukan itu langsung mati dalam waktu 5 menit.

“Di sana (Labfor) mereka memasukan ikan hidup ke dalam air keru, tapi ikan masih bisa bertahan 6 sampai 7 jam dan itu artinya air yang kita kirimkan itu tidak mengandung zat kimia,” tuturnya.

Jarod mengaku, hasil uji Labfor Makassar yang dikelaurkan tersebut hampir mirip dengan hasil yang dikeluarkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut, yang menyatakan adanya Blooming Alga. Polisi sendiri hanya menangani kandungan air dan ikan mati, tidak pada proses fenomena alam.

“Kalau hasilnya hampir mirip, tapi kalau kita Polairud tidak melihat dari fenomena alam, tapi kita ambil dari sisi kandungan kimia saja,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut