Hendak Ganti Rugi Lahan dan Tanaman Warga, Pemkab Taliabu Mulai Buat Peta Bidang

  • Bagikan
Bagian Tata Pemerintahan Pulau Taliabu dan Badan Pertanahan Kepulauan Sula saar turun di lokasi pembuatan peta bidang (Hamsan/KabarMalut)

BOBONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut), merencanakan tahun 2020 ini bakal melakukan pembayaran ganti rugi lahan dan tanaman warga yang terkena pembangunan infrastruktur di Pulau Taliabu. Namun sebelum pembayaran dilakukan, Pemkab melalui Bagian Tata Pemerintahan bersama Badan Pertanahan Kepulauan Sula (Kepsul) mulai melakukan pengukuran lahan untuk pembuatan peta bidang milik warga.

“Insah Allah kami usahakan pertengahan bulan Maret 2020 ini kami sudah membayar ganti rugi lahan dan tanaman masyarakat,” ungkap Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Pulau Taliabu,  Moh Amrul Badal kepada KabarMalut, Kamis (5/3/2020).

Pengukuran lahan warga untuk pembuatan peta bidang ini berlangsung mulai dari Kecamatan Taliabu Utara sampai di Taliabu Timur Selatan. Pembuatan peta bidang ini juga bagian dari tahapan proses ganti rugi lahan dan tanaman warga.

“Setelah peta bidang sudah selesai, baru tim appraisal (penilai) turun untuk melakukan penilaian harga lahan dan tanaman warga,” kata Amrul.

Jika tim penilai sudah menentukan harganya, lanjut Amrul, warga penerima ganti rugi lahan dan tanaman diminta untuk membuka rekening di bank. Karena proses pembayaran ganti rugi akan dikirimkan ke rekening masing-masing penerima.

“Sekarang ini semua pembayaran sudah melalui rekening, tidak bisa bayar cash lagi, untuk itu semua harus buka rekening,” tuturnya.

Amrul menambahkan untuk proses ganti rugi lahan dan tanaman milik warga ini bukan hanya dilakukan pada tahun 2020 saja, akan tetapi tahun 2019 juga yang belum terbayar akan dibayar pada tahun 2020 ini.

“Jadi ganti rugi lahan dan tanaman masyarakat tahun 2019 yang belum terbayar, akan kami bayar di tahun 2020 ini. Yang pastinya 2020 ini semua proses ganti rugi lahan akan kami selesaikan,” tegasnya.

Pemkab Pulau Taliabu berharap masyarakat yang lahan dan tanamnya terkena penggusuran, untuk sedikit  bersabar. Pastinya Pemkab bakal melakukan ganti rugi, tetapi harus berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

“Yang pastinya proses ganti rugi lahan ini akan kami bayar semua dan insah Allah dalam waktu dekat ini akan di bayar,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut