Mabuk, Seorang Ayah dan Temannya Cabuli Anak Tiri

  • Bagikan
Pelaku dugaan pencabulan beinisial RSM yang juga bapak tiri korban ketika diamankan Polisi (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Sungguh bejat perilaku yang dilakukan oleh seorang ayah berinisial RSM (49) dan temanya S (60). Dalam kondisi mabuk akibat mengkonsumsi minuman keras (Miras), keduanya mencabuli anak tiri RSM yang masih duduk bangku salah satu sekolah dasar kelas 6.

Informasi yang dihimpun KabarMalut Senin (10/3/2020), korban dicabuli ayah tirinya RSM dan temanya S saat sudah dikuasai minuman keras. Aksi bejat RSM dilakukan sekira dua bulan lalu dan temanya S baru dilakukan pada Minggu (8/3) di rumah korban pada salah satu desa di Kecamatan Morotai Selatan.

Kedua pelaku yang sudah dipengaruhi minuman keras ini menjalankan aksi mereka ketika korban sedang tertidur pulas. Korban kemudian menceritakan kepada ibunya atas tindakan yang dialami.

“Saat kejadian saya tidak lihat, cuman anak saya cerita, bahwa dia dorong-dorong baru dia remas s*s* sebelah kiri. Langsung saya marah pelaku itu saya maki-maki,” kata Ibu koban.

Meski begitu, ibu korban mengaku tidak melaporan ke Polisi karena terkendala kendaraan sehingga pihak sekolah tempat korban sekolah melaporkan ke Polisi.

“Ini (laporan) dari sekolah, tiba-tiba saya dipanggil oleh Polisi, terkendala kendara sehingga kami tidak lapor, namun dari pihak sekolah yang melaporkan,” jelasnya.

Sementara salah seorang guru korban berinsial FI menceritakan kronologisnya kejadian terungkapnya masala ini berawal korban menceritakan kepada teman kelas atas tindakan yang dialaminya. Bahkan korban sendiri berniat minggat dari rumah karena tak tahan perbuatan ayah tiri dan temanya itu.

“Saya juga wali kelas dari anak ini, segala sesuatu pasti anak ini mengadu di wali kelas, jadi ceritanya anak ini cerita di teman sebangku kelasnya bahwa korban ini mau pinda rumah dan di dalam tasnya sudah bawa pakaian, untuk menginap di rumah temanya. Jadi teman itu cerita ke saya, korban ini mau tidor di saya pe rumah, saya mendengar itu langsung saya tanya barang kenapa? langsung anak itu menjawab bahwa ada dia pe papa pe taman ramas dia pe t*t*, lantas saya mendengar itu langsung saya kaget dan melaporkan ke kepala sekolah dan kepala sekolah mengambil langkah untuk kami laporkan ke pihak kepolisian,” jelas wali kelas korban.

Pihak Kepolisian dari Polres Pulau Morotai sendiri menerima laporan Polisi nomor : LP/10/III/Polres/SKPT, Laporan Polisi nomor : LP/11/III/POLRES/SKPT langsung mengamankan ayah tiri korban untuk dimintai keterangan.

“Benar tadi jam 10 pagi ada laporan kasus dugaan pencabulan, dan pelaporannya dari korban sendiri bersama guru. Untuk pasalnya ditetapkan belum, nanti Reskrim yang dalami dulu,” singkat Kanit SKPT Polres Pulau Morotai, Bripka Umar Hi Nasir. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut