Hasil Audit Belum Diserahkan ke Polisi, Kepala Inspektorat dan Bupati Taliabu Diduga Lindungi Kades Losseng

  • Bagikan
Kepala Inspektorat Pulau Taliabu, Gesberd Tani (Hamsan/KabarMalut)

BOBONG – Kepala Inspektorat Pulau Taliabu, Gesberd Tani diduga melindungi Kepala Desa (Kades) Losseng, Kecamatan  Taliabu Timur Selatan, Harnono La Yai dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2017-2018 dan tahap satu tahun 2019.

Sebab hasil audit yang dilakukan Inspektorat menemukan adanya penyalahgunaan anggaran bernilai ratusan juta rupiah, tetapi hingga kini hasil tersebut tidak disampaikan ke penyidik Satuan Reskrim Polres Kepulauan Sula (Kepsul) yang menangani laporan warga atas dugaan tersebut.

Salah satu warga Desa Losseng, Riski Sinaga mengatakan terkait kasus dugaan penyalahgunaan anggaran ADD dan DD Losseng tahun 2017-2018 dan tahap pertama 2019, hasil auditnya sudah dikantongi Inspektorat, bahkan telah sampai ke Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus. Hanya saja Kepala Inspektorat Gesberd Tani dan Bupati Aliong Mus diduga kuat melindungi Kades Losseng, Harnono La Yai sehingga hasil audit tak kunjung diserahkan ke Polisi.

“Apa lagi yang harus ditunggu, kenapa bupati tidak menyerahkan hasil audit itu ke pihak penyidik Tipikor Polres Kepulauan Sula,  biar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Jangan-jangan bupati dan kepala Inspektorat ini mereka sengaja mau melindungi para koruptor ADD dan DD?,” kata Riski kepada KabarMalut, Kamis (12/3/2020).

Menurut Riski jika persoalan ini tidak ada intervensi untuk melindungi Kades Losseng maka hasil audit sudah pasti dikantongi Polisi. Hanya saja hingga kini, hasil yang ditanggung-tunggu penyidik tidak diserahkan sehingga penanganan kasus masih mandek.

“Kalau memang mereka (Kepala Inspektorat dan Bupati) tidak melindungi, toh kenapa sampai saat ini hasil audit belum juga diberikan ke penyidik. Ada apa sebenarnya dengan kasus ini,” terangnya.

Jika dalam waktu dekat hasil audit dugaan penyalahgunaan anggaran ADD dan DD Losseng belum juga diserahkan ke Polisi. Warga mengancam bakal menggelar aksi dengan memboikot kantor Pemerintah Desa Losseng bahkan kantor Pemerintah Kecamatan Taliabu Timur Selatan.

“Kami menunggu sikap Bupati dan Kepala Inspektorat, apabila dalam waktu dekat ini hasil audit itu belum juga diserahkan ke penyidik, maka saya pastikan masyarakat Desa Losseng akan memboikot kantor desa dan bahkan kantor kecamatan pun kami akan boikot,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Pulau Taliabu, Gesberd Tani belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan warga tersebut. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut