Napi Perkara Pencurian Kabur Saat Dirawat di RSUD Ternate

  • Bagikan
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Ternate, Dirgan Sawal Ladina yang melarikan diri dan jadi DPO (Istimewa) 

TERNATE – Dirgan Sawal Ladina (24), seorang narapidana yang merupakan warga pada salah satu desa di Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), sekira pukul 01:00 WIT dini hari Sabtu (14/3/2020), kabur saat sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate, Maluku Utara.

Pria yang terlibat perkara pencurian di Kota Ternate ini, dibawa ke rumah sakit oleh petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Ternate, karena menderita penyakit batuk darah. Dirgan dihukum 2 tahun penjara untuk menanggung perbuatanya.

Kepala Rutan Kelas IIB Ternate, Sujatmiko mengatakan awalnya Dirgan mengalami sakit sehingga Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Peltah) Aqbar, membawanya ke Puskesmas Jambula untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan. Oleh dokter di Puskesmas Jambula, mengeluarkan rujukan untuk Dirgan dirawat dan ditangani langsung ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate.

“Dari situ langsung kami langsung bawah ke RSUD untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut, berupa pemberian obat dan infus,” kata Sujatmiko.

Setelah mendapat perawatan di RSUD, sakit yang diderita Dirgan mulai reda meski masih tetap muntah dan batuk berdarah. Sekira pukul 01:00 WIT, Dirgan meminta izin untuk Buang Air Besar (BAB) di WC yang ada di luar ruangan perawatan.

“Melihat kondisi Dirgan yang masih dalam keadaan sakit, petugas langsung mengawal Rutan Kelas II B dan membuka borgol tangan Dirgan untuk BAB ke WC,” akunya.

Namun selang 15 menit kemudian, terdengan teriakan dari petugas medis ada pencuri yang diikuti dengan suara lompatan dari lantai dua tepatnya di belakang ruang perawatan, lompatan tersebut ternyata merupakan Dirgan yang berusaha kabur.

“Mendengar teriakan tersebut dari perawat, petugas jaga langsung merespon dengan melakukan pengejaran menuju arah utara, dibantu juga dengan Tukang Ojek Pangkalan yang menginformasikan kepada petugas kalau ada seseorang yang lari menuju SDN 1 Tanah Tinggi, petugas pun ikut kejar ke arah tersebut,” tandasnya.

Petugas sempat melihat Dirgan dari arah lingkungan Gereja Sion dan melakukan pengejaran bersama tukang ojek, tetapi Dirgan menghilang. Upaya pengejaran terus dilakukan petugas dan tukang ojek namun tidak menemukan Dirgan dan sekarang tindakan pengejaran dan pencarian terus dilakukan bahkan telah memasukkan nama Dirgan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami sudah memperketat petugas di pintu keluar pelabuhan Kota Ternate, dan langsung berkordinasi dengan pihak kepolisian ada satu tahanan yang kabur dan sudah ditetapkan sebagai DPO,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut