Dugaan Korupsi Bendungan Irigasi Kaporo Kepsul Naik Tahap Penyidikan

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Adip Rojikan (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek bendungan irigasi di Desa Kaporo Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Sula (Kepsul) tahun 2014 senilai Rp 8,5 miliar, kini status kasusnyabditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), mulai memperkuat alat bukti berkaitan kasus yang bersumber dari DAK ini.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Adip Rojikan mengatakan penyidik Ditreskrimsus sudah meningkatkan status kasus dugaan korupsi proyek bendungan irigasi di Desa Kaporo. Penyidik bahkan telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) pada tanggal 14 Februari 2020 ke Kejaksaan.

“Surat tersebut (SPDP) sudah diterima oleh Jaksa dan perkembangan adalah penyidikan sedang berlangsung,” kata Adip kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (16/3/2020).

Adip menambahakan, untuk saksi penyidik sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 15 orang saksi, namun calon tersangka tentunya itu melalui proses mekanisme sesuai dengan SOP dimulai gelar dulu.

“Dari beberapa saksi yang sudah diperiksa baru Polisi gelarkan tetapkan tersangka,” pungkasnya.

Pos terkait