Usut Dugaan Korupsi di DLH Tikep, Kejari Soasio Periksa Bendahara dan Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah

  • Bagikan
Bendaha Pengeluaran DLH Tidore Kepulauan, Mansur Sehe saat diperiksa oleh Kasi Intelijen Kejari Soasio, Safrin Abd Muin (Istimewa)

TIDORE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Soasio terus menyelidiki dugaan korupsi anggaran persampahan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tahun 2017-2018. Setelah memeriksa 11 saksi, penyidik kembali memeriksa Bendara Pengeluaran DLH, Mansur Sehe dan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH, Faradilla Abdurradjak.

Pemeriksaan terhadap kedua saksi ini berlangsung di ruangan yang berbeda yakni Bendara Pengeluaran DLH, Mansur Sehe diperiksa oleh Kasi Pidsus Kejari Soasio, Prima Poluakan. Sementara Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH, Faradilla Abdurradjak diperiksa oleh Kasi Intelijen Kejari Soasio, Safri Abd Muin.

Kasi Intelijen Kejari Soasio, Safri Abd Muin mengatakan pemeriksaan terhadap bendahara untuk mengkonfrontir seputaran kwitansi pembayaran ke pihak ketiga (bengkel fisher), karena keterangan pihak bengkel mereka tidak pernah menerima sejumlah uang yang tertera di kwitansi penerimaan dengan jumlah yang bervariasi itu.

“Dalam pemeriksaan terhadap pengelolah bengkel dan pihak bengkel membantah semuanya, baik itu jumlah uang yang diterima dan stempel atau cap bengkel yang ditandatangani oleh benkel mobil, Bendahara Pengeluaran Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas selaku pengguna angaran,” ungkap Safri saat dikonfirmasi di ruangan kejaanya usai pemeriksaan, Senin (16/3/2020).

Kabid Pengelolan Samph dan Limbah DLH Tidore Kepulauan, Faradilla Abdurradjak saat diperiksa (Istimewa)

Menurut Safri, pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik kepada sejumlah saksi, terindikasi sudah mengarah kepada memperkaya diri sendiri atau orang lain.

“Sudah hamping mengarah pada pelaku yang mengakibatkan kerugian negara, dan penyidik terus mendalami alur uang khususnya dalam belanja suku cadang kendaraan,” jelasnya.

Safri menambahkan, dalam pemeriksaan bendahara pengeluaran mengatakan tidak pernah membawa kwitansi kepada pihak ke tiga dalam hal ini pihak bengkel untuk menandatangani kwitansi. Namun kembali ke tugas dan kewenangan bendahara pengeluaran adalah melakukan pengujian dan pembayaran.

“Semua kwitansi tesebut tertera kata-kata telah diterima dari Bendahara Pengeluaran DLH. Namun faktanya bendahara tidak pernah melakukan pembayaran kepada pihak ketiga,”tegasnya.

Terpisah, Kasi Pidsus Kejari Soasio, Prima Poluakan mengaku pemeriksaan terhadap Kabid Pengelolan Sampah dan Limbah DLH, Faradilla Abdurradjak berlangsung sekira 6 jam lamanya sejak pukul 09:00-15:00 WIT. Faradilla dicecer 32 pertanyaan terkait dengan angaran persampahan.

“Kejari Soasio tetap konsiten menuntaskan dugaan kasus korupsi di Kota Tikep, salah satunya dugaan korupsi di DLH, karena penyidik terus melakukan pengembangan kasus hingga dalam waktu dekat akan dilakukan pemeriksaan tambahan. (Oba/*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut