Delapan Bulan Belum Terima Gaji, Guru Kontrak SMA di Pulau Taliabu Ancam Mogok Mengajar

  • Bagikan
Guru SMA Negeri 1 Taliabu Utara (Istimewa)

BOBONG – Para guru kontrak tingkat SMA se-Kabupaten Pulau Taliabu, selama delapan bulan terakhir belum menerima pembayaran gaji dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut). Profesi yang dijuluki Pahlawan Tanpa Jasa ini pun mengancam akan melakukan mogok mengajar jika dalam waktu dekat belum juga menerima hak mereka.

“Sudah delapan bulan kami belum mendapat gaji, terhitung mulai dari bulan Agustus 2019 sampai Maret 2020. Kami akan melakukan mogok kerja hingga pihak Dinas (Dikbud) melakukan pembayaran gaji kami,” ungkap salah satu guru kontrak yang bertugas di SMA Negeri 1 Taliabu Utara, Sartono Pattiwael kepada wartawan, Selasa (17/3/2020).

Mewakili rekan-rekannya, Sartono mengaku sadar betul bahwa mendidik merupakan tugas dan tanggung jawab seorang pendidik. Namun terlepas dari hal tersebut juga, para guru juga butuh makan dan minum.

“Kami ini manusia bukan malaikat, kami punya keluarga yang punya kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.

Para guru kontrak berharap anggota DPRD Malut khusunya komisi yang membidangi pendidikan, turut membantu menyampaikan persoalan yang dialami tenaga pengajar kontrak di Pulau Taliabu ke Dikbud.

“Kami berharap agar pihak DPRD Malut yang membidangi pendidikan jenjang SMA dan SMK, ikut serta mengurus atau membantu kami dalam hal ini gaji kami yang selama ini belum terbayar. Kami juga meminta kepada Gubernur agar menegur pihak dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan ini,” pintanya.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Taliabu Utara, Trisno Darmawan saat dikonfirmasi mangaku telah membuat  laporan ke Dikbud Malut. Bahkan cara pembayaran gaji para guru kontrak juga telah diubah dengan ditranfer langsung ke rekening pribadi masing-masing.

“Saya sudah buat laporan pertanggung jawaban pada bulan Agustus 2019 lalu, dan saya juga sudah kirim nomor rekening guru kontak ke Dinas Pendidikan Provinsi pada 20 Februari 2020 lalu,” kata Trisno.

Trisno beralasan keterlambatan pembayaran gaji guru kontrak disebabkan adanya pergantian salah satu tenaga kerja di bagian pengurusan guru kontrak pada Dikbud Malut serta pergantian guru kontrak di beberapa daerah yang belum buat nomor rekening pribadi dari masing-masing sekolah.

“Untuk menyelesaikan persoalan ini, saya berharap kepada Dinas agar merealisasikan gaji yang belum terbayarkan sampai saat ini. Sebab sekolah juga tidak bisa jalan tanpa mereka, dan sebagian dari mereka juga sudah berrumah tangga,” harapnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut