Kejati Kembali Periksa Enam Saksi Dugaan Korupsi di Dikbud Malut

  • Whatsapp
Suasana pemeriksaan saksi dugaan korupsi pengadaan Nautika Kapal Penangkap Ikan (Istimewa)

TERNATE -Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) kembali melakukan pemeriksaan enam orang saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut tahun 2019.

Kasi Penkum Kejati Malut, Zul Alfis Siregar mengaku enam saksi yang diperiksa hari ini merupakan saksi dari Pokja I padaUnit Layanan Pengadaan (ULP) Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Malut yang tugas mereka melakukan lelang pengadaan NKPI tahun 2019 senilai Rp 7,8 miliar.

“Yang diperiksa tadi tujuh orang, dipanggil enam yang hadir, yang satunya sedang berhalangan tidak sempat hadir dalam pemeriksaan,” ungkap Zul ketiak dikonfirmasi KabarMalut, Kamis (26/3/2020).

Zul menambahkan pemeriksaan kali ini hanya bersifat pendalaman materi dibutuhkan penyidik yang berkaitan dengan kasus pengadaan NKPI tersebut. Meski begitu, pemeriksaan berlangsung selama 8 jam mulai pukul 09:00 WIT berakhir hingga pukul 17:00 WIT.

“Untuk status kasus tersebut adalah penyelidikan di Bidang Pidsus,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dugaan kasus korupsi senilai Rp 7,8 miliar ini penyidik sudah memeriksa sebanyak 11 saksi, seperti Kepala Dikbud Malut beserta Bendaharanya, Ketua Pokja I ULP Malut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelalaksana Teknis (PPTK), Kepala Sarana Prasarana (Sarpas) Dikbud Malut, serta sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) SMK yang menerima anggaran Simlator kapal atau alat-alat pratek siswa. (*)

Pos terkait