Pemerintah Kecamatan Gane Timur dan 12 Kades Terapkan Lockdown

  • Whatsapp
Pemerintah Kecamatan Gane Timur dan beberapa Kepala Desa melakukan rapat koordinasi penanggulangan Virus Covid-19 (Istimewa)

LABUHA – Pemerintah Kecamatan Gane Timur dan 12 Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gane Timur mengambil langkah tegas penangan virus corona atau covid-19, dengan cara lockdown (kuncian) pintu masuk dan keluar orang di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan karena Kecamatan Game Timur Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) merupakan salah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

“Selain berbatasan dengan Halteng, arus masuk orang dari Sofifi, Halut dan Halbar juga sangat mudah,” kata Camat Gane Timur, Jais Hi Ishak kepada KabarMalut melalui pesan WhatsApp, Kamis (26/3/2020).

Jais yang juga Ketua Satgas Gugus Penanggulangan Virus Covid-19 di Gane Timur ini mengaku, langkah lockdown ini dilakukan melalui rapat bersama Muspika kecamatan dan 12 Kades yang ada di kecamatannya.

“Kami semua sepakat dalam rapat bawah langkah lockdown ini solusi mencegah virus Corona masuk di Kecamatan Gane Timur,” sambung Jais.

Sementara itu, Kades Maffa Sabri Habib mengatakan langkah lockdown ini dilakukan untuk mencegah orang dari luar masuk di setiap desa tanpa diketahui pemerintah daerah. Maka, sebagai pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat mengambil langkah ini.

“Kami lebih khawatir dari pemerintah daerah karena kami ini lebih dekat dengan masyarakat. Setiap hari kami berinteraksi dengan masyarakat,” ujar Sabri.

Aksi lockdown ini diterapkan di perbatasan antara Kabupaten Halsel dan Kabupaten Halteng. Arus orang masuk melalui darat maupun laut akan dicegat tanpa alasan apapun.

“Kami turun di lapangkan langsung. Mobil yang masuk kami data, jika ada orang dari luar daerah yang masuk kami pulangkan,” cetus Sabri.

Sabri juga berharap, Pemerintah Kabupaten Halsel menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi setiap tenaga medis yang bertugas di desa dan di Puskesmas. Sebab sejauh ini, APD di 12 Pusat Puskesmas Pembantu (Pustu) tidak memadai dan tidak memenuhi standar penanganan virus Corona.

“Kami diminta mencegah virus Corona namun perlengkapan kami tidak memadai. Saya berharap dalam waktu dekat pemerintah kabupaten turun langsung melihat kondisi fasilitas APD kami,” tutup Sabri. (*)

Pos terkait