Tim Usman-Bassam Menilai Dipojokan Tim Satgas Covid-19 Halsel

  • Bagikan
Ketua Tim Relawan Usman-Bassam, Chalid Ahmad

LABUHA – Salah satu tim relawan bakal calon Bupati dan wakil Bupati Usman Sidik dan Ali Hasan Bassam menilai dipojokkan oleh Tim Satgas gugus pencegahan dan penanggulangan virus Covid-19. Halmahera Selatan (Halsel).

Ketua relawan Usman-Bassam, Chalid meminta Sekretariat Tim Satgas Covid-19 Daud Djubedi jangan berkomentar di media jika kegiataan Penyemprotan disinfektan yang dilakukan Kamis 2/4/ dinilai menyalahi prosedur.

“Kalau salah jangan berkomentar di media dan kami lakukan ini bukan orang perorangan tapi atas nama tim.” kata Cahlik, Jumat (3/4/2020).

Chalid menambahkan, Daud Jubedi seharusnya memanggil tim relawan Usam-Bassam untuk menyampaikan secara langsung bukan berkoordinasi dengan TNI Polri untuk tindak tegas atas kegiataan Penyemprotan disinfektan yang dilakukan tim relawan Usman-Bassam.

“Dia harus panggil kami untuk menyampaikan bukan berkoordinasi dengan TNI polri untuk tindak tegas.” sebutnya.

Menurut Chalid, virus Corona atau Covid-19 ini merupakan satu kejadian bencana nasional. Oleh karena ini pihaknya merasa terpanggil untuk melakukan kegiatan ini atas dasar kemanusiaan.

“Makanya kami turun melakukan penyemprotan.” ujarnya.

Chalid juga, memberikan sanggahan penyemprotan disinfektan yang dilakukan relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beberapa waktu lalu. Kata Chalid, penyerobotan disinfektan yang dilakukan PKS tidak dicegat oleh tim Satgas gugus Covid-19. Namun, penyerobotan yang dilakukan tim relawan Usman-Bassam hendak ditindak tegas.

“Jadi saya merasa dipojokkan tim satgas. Dalam hal ini kesalahan hukumnya dimana, inikan hanya kesalahan prosedur.” ucapnya.

Baca Juga: Tim Satgas Virus Covid-19 Halsel Kecam Tindakan Oknum yang Semprot Disinfektan Tanpa Koordinasi

Chalid menyebutkan, selain berdiam diri di rumah sebagai partisipasi warga atas instruksi presiden, kegiatan Penyemprotan disinfektan juga dalam rangka berpartisipasi mencegah penyebaran virus Covid-19 di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kami semprot ini juga meminta izin ke warga tidak sembarang semprot. Kami juga semprot di speed boat dan kapal-kapal di pelabuhan.” tukasnya.

Disentil bahan Disinfektan yang digunakan dalam kegiatan penyemprotan didapatkan dari mana, Chalid mengaku bahan Disinfektan itu didapatkan dari relawan PKS.

“Saya kasih biaya ke teman-teman PKS untuk beli obat disinfektan, alat semprot dan jas hujan sebagai APD dan masker.” tutup Chalid. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut