Masyarakat Wayo Keluhkan Lambatnya Pekerjaan Rumah BSPS

  • Bagikan
Rumah program BSPS di Desa Wayo yang belum selesai dikerjakan (Hamsan/KabarMalut)

BOBONG – Masyarakat penerima rumah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2019 di Desa Wayo Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, mengeluhkan pekerjaan bantuan 40 unit rumah di Desa Wayo tak kunjung selesai pekerjaannya.

Kepala Desa Wayo, Sofyan Hasan mengatakan keterlambatan pekerjaan bantuan perumahan BSPS tahun 2019  dikarenakan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pulau Taliabu mengambil alih semua pekerjaan tersebut.

“Jadi masyarakat saya penerima bantuan itu sampaikan kepada saya bahwa pekerjaan ini terlambat atau lama karena dinas ini mereka yang ambil alih semua. Contohnya mau beli papan harus butuh rekomendasi dari dinas, jadi saya harus ke dinas lagi, terus saya butuh paku dan bahan-bahan lain seperti kebutuhan bangunan rumah itu harus saya ke dinas ambil rekomendasi dulu baru bisa dapat barang-barang yang saya butuh itu,” kata Sofyan mewakili warganya saat dikonfirmasi KabarMalut, Minggu (12/4/2020).

Menurut Sofyan, seharusnya uang yang sudah ada di kelompok dan sudah diserahkan ke toko saja sudah cukup. Maka kelompok penerima harusnya hanya berhubungan langsung dengan pihak toko agar lebih cepat.

“Menurut kami, kalau sekarang urusan dengan dinas ini terlalu ribet dan banyak hal, menurut kami buat pekerjaan kami terhambat,” tegas Sofyan.

Sofyan mengaku sebelum pekerjaan diambil alih oleh Disperkim, semua pekerjaan berjalan dengan lancar dan cepat.

“Jadi waktu itu saat desa dan pengawas yang awasi pekerjaan itu, pekerjaan terlihat cepat, buktinya waktu ada beberapa buah rumah sudah selesai 100 persen. Tapi mulai ditangani oleh dinas pekerjaan langsung terhambat dan belum selesai-selesai,” terangnya.

Kades berharap Kepala Disperkim, Arwin Tamimi agar tidak terlalu banyak membuat aturan dalam pekerjaan.

“Saya berharap agar dinas terkait tidak terlalu mempersulit warga saya dalam pekerjaan rumah ini,jangan terlalu buat banyak aturan biar dengan mudah masyarakat penerimah bantuan ini dapat bahan agar cepat mereka selesaikan rumah mereka dengan cepat,” harapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perumahan Disperkim Pulau Taliabu, Muhammad Jairul Hazi mengatakan keterlambatan pekerjaan bantuan BSPS di Desa Wayo diakbitakan warga penerimah bantuan itu sendiri.

“Jadi keterlambatan pekerjaan rumah bantuan itu bukan karena kami dari dinas yang ambil alih tapi memang terlambat itu karena dari mereka sandiri. Mereka tidak hanya kerja rumah mereka itu tapi mereka juga pergi mencari, mereka juga kerja barang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka juga,” jelas Jairul.

Terkait adanya aturan yang dibuat oleh Disperkim sehingga dianggap mempersulit warga penerima bantuan, menurut Jairul tidak ada sedikitpun aturan mempersulit warga penerima.

“Aturan apa yang membuat mereka sulit, kami kan cuman berikan rekomendasi, jadi kalau mereka butuh kayu ya tinggal telepon kami, kami langsung telepon pihak toko, tinggal mereka pergi ambil uang, terus apanya yang dipersulit,” pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa total anggaran program BSPS yang bersumber dari anggaran APBN tahun 2019 sebesar Rp 3.052.974.000 yang belum tersalur pada rekening kelompok penerima bantuan atau masih mengendap pada rekening kas daerah yaitu sebesar Rp 915.892.200. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut