Masa Karantina Keluarga Pasien Positif Covid-19 di Halsel Diperpanjang

  • Bagikan
Sekretaris Satgas Covid-19 Halmahera Selatan, Daud Jubedi (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA – Masa karantina 22 anggota keluarga dari pasien positif virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, diperpanjang selama 14 hari kedepan. Sehingga total masa karantina yang dijalani selama 28 hari. Alasannya, secara epidemologi dalam kondisi tertentu ada masa inkubasi terpanjang yang harus ditempuh oleh orang yang melakukan karantina mandiri yaitu 28 hari.

“Dalam masalah ini dari ke 23 orang yang dilakukan rapid tes ada seorang diantara mereka yang reaktif. Sehingga walaupun 22 orang ini non reaktif tapi secara epidemologi yang reaktif ini sudah pernah kontak dengan kasus konfirmasi positif 01 Halsel dan sudah pernah kontak dengan yang 22 orang ini. Maka status 23 orang ini adalah Orang Tanpa Gejala (OTG),” tutur Sekretaris Tim Satgas Covid-19 Halsel, Daud Jubedi, Kamis (30/4/2020).

Menurut Daud,  hasil pemeriksaan swab yang kedua dari pasien positif 01 Halsel sudah dalam proses pemeriksaan PCR di Makassar. Seandainya 22 orang ini dilepaskan sementara hasil swab kedua dari pasien positif 01 ini datang dan hasil positif maka pihak Satgas Covid-19 kewalahan untuk merunut mereka yang sudah pernah kontak dengan siapa saja.

“Makanya perpanjangan masa karantina ini untuk memastikan dulu hasil pemeriksaan PCR dari pasien 01 Halsel,” ujar Daud.

Lanjut Daud, jika seandainya hasil PCR  negatif maka 22 orang ini kita bebaskan, tapi jika pemeriksaan PCR dari pasien 01 Halsel ini positif maka terpaksa harus melakukan Swab juga untuk ke 22 orang ini.

Secara terpisah Dahlan Aljokja, salah satu keluarga pasien positif Covid-19 01 yang menjalani karantina di kediaman pasien 01 dibilangan jalan baru Desa Labuha meras kesal dengan sikap Tim Satgas Covid-19 Halsel yang memperpanjang masa karantina mereka.

“Kami sudah dapat karantina 14 hari. Jadi hasil rapid tes kemarin yang sementara dikarantina ini hasilnya negatif. Ini masa karantina sudah selesai 14 hari ini kenapa mereka tambah lagi 14 hari,” ungkap Dahlan dengan kesal.

Selain masa karantina diperpanjang, Dahlan juga menyesalkan barang dagangan milik mertuanya yang didatangkan dari Surabaya dan Manado selalu dikawal Tim Satgas Covid-19. Akibat dari itu, barang dengan jumlah yang banyak itu tidak bisa dimasukkan dalam gudang. Terpaksa barang itu dititipkan ke toko yang lain.

“Ini sebenarnya permasalahannya apa ini. Yang bermasalah itu orangnya tapi barang juga ikut dijaga,” cetus Dahlan.

Dahlan juga mengaku belum menerima surat perpanjangan karantina dari Tim Satgas Covid-19 Halsel. Selain itu, kata Dahlan, masalahnya dirinya dan keluarga dikarantina dalam satu rumah.

“Inikan tidak pantas. Kalau satu positif kita semua positif,” pungkas Dahlan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut