Tindak Lanjut Dugaan Korupsi Pembangunan Puskesmas Sulamadaha Menunggu Hasil Laboratorium dan Audit BPKP

  • Bagikan
Kasi Pidsus Kejari Ternate, Andri E Pontoh (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, kini masih menunggu hasil laboratorium Politeknik Negeri Manado dan hasil audit investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait tindaklanjut penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Puskesmas Sulamadaha tahun 2016 senilai Rp 2,1 miliar.

Kasi Pidsus Kejari Ternate, Andri E Pontoh mengaku hingga kini hasil laboratorium dari Politeknik Negeri Manado atas gedung pembangunan Puskesmas Sulamadaha belum juga keluar. Sebab pihak laboratorium Politeknik Negeri Manado masih tutup pasca adanya virus corona atau Covid-19.

“Jadi semua masih menunggu, kalau tidak ada  wabah virus corona atau Covid-19 sudah ada hasil dari kemarin bahkan ada tersangka lagi,” kata Andri kepada KabarMalut, Senin (4/5/2020).

Andri mengatakan masikti hasil laboratorium belum ada, namun penyidik sudah mengantongi nama calon tersangka. Hanya saja nama calon tersangka belum bisa diumumkan ke publik.

“Nama calon tersangka ini lebih dari satu dan belum ada penetapan tersangka, jadi belum bisa diumumkan, tetapi di laporan hasil perkembangan penyidikan, nama-nama yang bertanggungjawab kerugaian negara sudah ada,” ujarnya.

Selain itu, penyidik juga masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP. Jika hasil audit diterbitkan, maka penyidik langsung lakukan gelar perkara penetapan tersangka.

Sekedar diketahui, anggaran pembangunan ruang perawatan Puskesmas Sulamadaha bersumber dari APBD tahun 2016 dengan pagu proyek kurang lebih senilai Rp 2,1 miliar yang dikerjakan oleh PT Putra Angga Pratama yang beralamat di Kota Kalimantan Timur. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut