Wagub Malut Akui Tidak Dilibatkan dalam Agenda Pemprov

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Maluku Utara, M Al Yasin Ali (Istimewa)

SOFIFI – Hubungan Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Ghani Kasuba dan Wakilnya M Al Yasin Ali rupanya tidak harmonis lagi. Pasca konflik pelantikan pejabat eselon ll beberapa waktu lalu, hingga kini Wakil Gubernur (Wagub) M Al Yasin Ali tidak dilibatkan lagi dalam agenda Pemprov.

Wagub Malut, M Al Yasin Ali mengatakan dirinya tidak dilibatkan dalam agenda Pemprov apapun itu, dan terkait penanganan Covid-19 saat ini ia tidak mengetahui perkembangan penangananya sebab tidak dilibatkan.

“Saya upaya untuk terlibat namun tidak dilibatkan,” terang Al Yasin saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2020).

Meski tidak dilibatkan, Al Yasin mengaku mendapat kabar soal jumlah dana penanganan Covid-19 yang dianggarkan Pemprov Malut melalui APBD sebesar Rp 148 miliar. Namun proses penggunaannya dan tidak diketahui sama sekali.

Al Yasin sendiri mengkritisi penggunaan Hotel Bela Sahid dan lainnya sebagai tempat karantina. Menurutnya kebijakan tersenut sangat mubajir dengan anggaran yang tersedia sekarang ini. Padahal Pemprov Malut telah memiliki Rumah Sakit di Sofifi yang lebih bagus untuk dijadikan tempat karantina.

“Supaya penanganan pasien Covid-19 dari kabupaten-kabupaten lebih mudah, jika masuk ke Sofifi,dan kalau memang yang bersangkutan positif baru dirujuk ke Ternate. Itu saran saya, namun sekarang inikan saya tidak dilibatkan, jadi saya tidak bisa bikin apa-apa, itu ulah gubernur punya staf-staf,” ucapnya.

Terpisaha, Kepala Biro Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Malut, Muliadi Tutupuho ketika dikonfirmasi membantah agenda Pemprov tanpa melibatkan Wagub Malut. Menurut Muliadi Wagub selalu dilibatkan bahkan dalam penanganan Covid-19 juga masuk dalam struktur Tim Satgas Penanggulangan Covid-19.

“Coba adik (waratawan media ini) lihat SK Gugus dan selama ini pak Gubernur dan Wagub tetap  memonitor perkembangan Covid-19,” singkat Muliadi. (In/*)

Pos terkait