Kades Batulak Abaikan Instruksi Bupati Halsel Terkait Pencegahan Covid-19

  • Bagikan
Kepala Desa Batulak,  Irhandi Suhada (Istimewa)

LABUHA – Pemerintah Desa (Pemdes) Batulak Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), hingga saat belum melaku langkah pencegahan dan sosialisasi virus corona atau Covid-19 di Desa Batulak. Padahal sejak  27 Maret 2020, Pemerintaan Kecamatan Gane Barat Utara sudah turun melakukan sosialisasi berdasarkan instruksi Bupati Halsel, Bahrain Kasuba.

“Kepala desa sampai saat ini tidak melakukan pencegahan virus Covid-19. Padahal sudah diinstruksikan oleh Bupati,” kata Camat Gane Barat Utara, Udin Ahmad kepada KabarMalut, Minggu (10/5/2020).

Sementara Ketua BPD Batulak, Sudarto Gani juga membenarkan Pemdes Batulak yang dipimpin Kepala Desa Irhandi Suhada tidak menindaklanjuti instruksi Bupati Bahrain Kasuba terkait pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), masker, tempat cuci tangan dan hend sanitizer.

“Semua itu tidak ada di desa. Terus anggaran Rp 50 juta dari Dana Desa itu dikemanakan,” ungkap Sudarto dengan nada tanya.

Tidak hanya itu, Kepala Desa Irhandi Suhada hingga sejauh ini belum melakukan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang kurang mampu. Padahal kata Sudarto, Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2020 ini sudah dicairkan oleh Kades Irhandi.

“Masyarakat jadi bingung dengan sikap Irhandi. Dia mahal hanya mengurung diri di rumahnya tanpa ada satu kegiatan yang dilakukan,” tutur Sudarto.

Sikap Kepala Desa Irhandi Suhada yang pasif dalam kondisi pandemik Covid-19 ini membuat sejumlah warga melakukan aksi protes dengan cara memalang kantor desa dan membentangkan spanduk mendesak Kades Irhandi Suhada mundur dari jabatan Kades. Selain itu, sebanyak 146 warga juga menandatangani pernyataan sikap mendesak Bupati Bahrain Kasuba menonaktifkan Irhandi Suhada dari jabatan Kades Batulak karena dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dana desa selama empat tahun terakhir.

“Masyarakat ini sudah tidak mau lagi dia menjadi kepala desa. Pernyataan sikap itu sebagai representasi dari masyarakat sudah muak dengan kepimpinan Irhandi,” cetus Sudarto.

Aksi protes ini kata Sudarto berlanjut Minggu (10/5) pagi tadi lantaran Irhandi mengabaikan undangan dari BPD untuk menggelar rapat bersama masyarakat di kantor desa. Undangan rapat dimaksud untuk meminta Irhandi menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat terkait jumlah anggaran yang akan dibagikan kepada warga dalam bentuk BLT dan anggaran pencegahan Covid-19 senilai Rp 50 juta sesuai dengan instruksi bupati.

“Dia tidak datang, maka kami BPD bersama masyarakat mendatangi rumahnya. Di sana dia juga tidak keluar menemui kami. Ada apa ini,” ujar Sudarto.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halsel, Bustami Soleman menyampaikan Pemerintah Kabupaten melalui DPMD akan memanggil Kades Batulak, Irhandi Suhada untuk dievaluasi.

“Nanti Pemda evaluasi dia (Kades Irhandi),” sebut Bustamin.

Disentil sikap dirinya sebagai Kepala DPMD untuk turun langsung melihat kondisi di Desa Batulak, Bustamin tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Dirinya bahkan melimpahkan semua kewenangan kepada Camat Gane Barat Utara, Udin Ahmad.

“Masalah turun itu tugasnya Camat. Saya juga sudah dapat info dari pak Camat,” tutup Bustmain.

Terpisah, Kades Batulak, Irhandi Suhada saat dikonfirmasi membantah pengakuan Camat Gane Barat Utara dan Ketua BPD Batulak. Menurutnya, Pemdes telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 45 juta untuk penanganan pencegahan C0vid-19.

“Anggaran Rp 45 juta itu sudah belanja samua APD dan lain-lain,” kata Irhandi.

Selain itu, Irhandi jug amengaku terdapat pula belanja Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang sudah dibagikan secara merata dua pekan lalu ke masyarakat.

“Terus rencananya besok (Senin 11/5) mau dilakukan musyawarah khusus pendataan falidasi dan penetapan kepala keluarga yang berhak menerima BLT,” pungkas Irhandi.  (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut