Laka Lantas di Tabam Tewaskan Seorang Pengendara Sepeda Motor

  • Whatsapp
Kecelakaan lalu lintas di Kelurahan Tabam Kecematan Ternate Utara (Istimewa)

TERNATE – Kecelakan lalu lintas (Laka Lantas) maut terjadi sekitar pukul 22:50 WIT Selasa (19/5) malam, di depan Kantor Kelurahan Tabam Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate. Akibatnya seorang pengendara sepeda motor berinisial AL (20) yang tercatat sebagai warga Kelurahan Tabam tewas di tempat kejadian.

Penyidik Laka Lantas Polres Ternate, Bripka Taher membenarkan kejadian tersebut hingga menyebabkan korban meninggal di tempat. Dari kronologisnya Taher menyebut, pada awalnya korban ini bersama rekanya bernama Ramadhan Risal (18) sedang bergoncengan dengan motor Revo dari arah Selatan menuju ke arah Utara.

“Dalam perjalanan tiba-tiba korban AL yang membawa motor ini hilang kendali karena melihat ada kenderaan didepannya sempat putar balik arah ke Selatan, dari situ korban langsung kaget dan jatuh,” kata Taher ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2020).

Taher menunturkan, korban bersama temannya langsung jatuh dann terseret hampir 2 meter, berdasarkan data olah TKP penyidik Laka Lantas, korban dan rekanya ini jatuh ke jalan sehingga korban terseret hingga ke badan jalan arah berlawanan, namun rekanya ini masih di posisi arah jalur yang sama tepatnya di depan Kantor Lurah Tabam.

“Dari situlah ada satu truk arah Utara menuju arah Selatan langsung mengilas korban tepatnya pada kepala korban karena korban sudah berada di posisi arah yang berlawanan,” katanya.

Taher menyebutkan, atas kejadian tersebut korban sempat dibantu oleh keluarga dan masyarakat setempat untuk dibawah ke rumah. Namun, setelah itu korban dirujuk ke RSUD, sayangnya nyawa korban sudah tidak lagi tertolong. Sementara temannya dalam keadaan baik, hanya sedikit mengalami luka lecet di lutut dan jari kaki.

Bahkan Taher juga mengaku untuk sekarang pihaknya sudah mengamankan sopir truk untuk diproses hukum karena truk ini juga dalam kecepatan tinggi.

“Sopir ini akan kami jerat dengan pasal 310 UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman hukum 4 sampai 6 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Pos terkait