Gustu Covid-19 Halsel Bakal Tindak Kades yang Abaikan Pencegahan Covid-19

  • Bagikan
Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Halmahera Selatan, Daud Jubedi (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA – Tim Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) berjanji akan menindak tegas para kepala desa (Kades) yang tidak melaksanakan fungsi gugus tugas di desa. Sebab sejak bulan Mei lalu, Bupati Bahrain Kasuba sudah mengeluarkan instruksi agar masing-masing Kades melakukan pencegahan dan penanggulangan virus Covid-19.

“Yang jelasnya kami akan menyurat resmi kepada semua desa-desa yang belum melaksanakan fungsi gugus tugasnya di desa,” kata Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Halsel, Daud Jubedi ketika dikonfirmasi, Selasa (2/6/2020).

Daud mengaku, pihaknya telah mendapatkan beberapa desa sampai saat ini belum melaksanakan protokol Covid-19. Desa yang ditemukan yaitu Desa Nusa Babullah Kecamatan Bacan Barat dan Batulak Kecamatan Gane Barat Utara dan sebagian desa di wilayah Obi. Meski demikian pihaknya memastikan hampir sebagian besar desa sudah melakukan protokol Covid-19.

“Sebagai desa sudah ada gugus tugas Covid-19,” sambung Daud.

Sementara kata Duad, bagi desa-desa yang belum ada gugus tugas pihaknya akan menyampaikan surat resmi kepada desa-desa melalui Camat sebagai Ketua Gugus Tugas Kecamatan dan meminta laporan dari Camat. Karena sajak pembentukan posko utama Covid-19 masih ada desa-desa yang tidak menggubris keputusan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Karena itu kami akan berikan teguran keras. Sebab, pandemi ini berjalan suda lama kita, sudah masuk dua bulan,” ujar Daud.

Daud menuturkan, pandemi virus Covid-19 ini bukan sesuatu yang biasa karena ini menyangkut dengan keselamatan warga di desa. Ketika tim gugus tugas kabupaten meminta data epedimologi di setiap desa, maka dari Puskesmas melakukan pengambilan data dalam rangka untuk melihat peta perkembangan epidemiologi perkembangan virus Covid-19 di wilayah Kabupaten Halsel kemudian ada desa yang tidak terdata ini juga menjadi masalah dipersoalan. Sehingga ini menjadi catatan tersendiri bagi tim gugus tugas, bahwa desa-desa belum membentuk gugus tugas maka pihaknya mengerahkan surat teguran resmi.

Setelah surat teguran itu disampaikan, maka segara 1 x 24 jam bentuk gugus tugas dan segera kerja.

“Bukan cuma dibentuk tetapi program-program langsung jalan. Apa program-progamnya, kemudian dari sisi dukungan anggaran dan sebagainya. Itu harus mendapat respon baik dari setiap kepala-kepala desa yang belum melaksanakan gugus tugas,” ungkap Daud.

Daud menegaskan, sangat fatal jika ada desa-desa diperbatasan yang tidak membentuk gugus tugas dan melaksanakan protokol Covid-19. Kata Daud, justru desa-desa yang berada di perbatasan langsung dengan kabupaten/kota lain justru lebih memperkuat benteng pertahanan pencegahan virus Covid-19. Ketika virus Covid-19 ini jebol di desa perbatasan maka Kabupaten Halsel pasti jebol, karena perbatasan itu bagian penting dari pintu masuk utama wilayah Kabupaten Halsel.

“Sama dengan daerah-daerah  perbatasan seperti Pulau Makian dan Kayoa yang berada di daerah perbatasan itu memang sangat kita perhatikan agar tidak ada orang-orang yang bisa menyusup masuk wilayah Halsel tanpa pembatasan-pematasan sesuai protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” pungaks Daud. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut