Akibat Covid-19, Harga Ikan Ekspor di Morotai Turun Drastis

  • Bagikan
 Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pulau Morotai, Suriyani Antarani (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Akibat wabah virus corona atau Covid-19, harga ikan di Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Daeo mengalami penurunan yang cukup drastis. Harga ikan untuk standar ekspor sebelumnya dengan harga kualitas ikan ekspor per kilo Rp 35 ribu, kini turun menjadi Rp 26 per kilo.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pulau Morotai, Suriyani Antarani mengatakan penurunan harga ikan ini terjadi di seluruh wilayah di Provinsi Maluku Utara (Malut).

“Ini standar harga ikan dari negara penerima, jadi berpengaruh dengan adanya Covid-19. Jadi seluruh Maluku Utara harga ikan sama (menurun),” ungkap Suriyani saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/6/2020).

Suriyani menjelaskan untuk ikan kualitas ekspor yang bobotnya 30 AP harganya Rp 26 ribu per kilo gram, padahal sebelumnya dijual dengan harga Rp 38 ribu.

“Untuk yang 20-29 harganya Rp 25 ribu sebelumnya Rp 36-37 ribu, sedangkan 17-19 AP Rp 20 ribu sebelumnya Rp 35 ribu, dan 10-16 AP Rp 15 ribu sebelumnya Rp 33 ribu. Terus ikan lokal 20-29-16-10 AP Rp 10 ribu per kilo. Untuk yang rijek 30-29-17-19 AP Rp 4 ribu,” jelasnya.

Suryani mengaku walaupun harga demikian kita masih bersyukur karena walau dalam kondisi wabah saat ini, negara-negara tujuan eskpor masih mau menerima produksi ikan dari Pulau Morotai.

“Aktifitas di SKPT sejauh ini normal beroperasi. Dan saat ini kita juga sudah mengusulkan ke KKP agar dilakukan penambahan fasilitas pabrik es dan kolstorik, ini penting dilakukan untuk penanganan mutu ikan. Tapi dengan adanya wabah ini kemungkinan permintaan kita baru akan direalisasi tahun depan,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut