Plt Kades Kebun Raja Diduga Selewengkan DD 2019

  • Bagikan
Ilustrasi Kades selewengkan anggaran desa

LABUHA – Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Desa Kebun Raja Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Asrul Hasan diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) tahap dua dan tiga tahun anggaran 2019 senilai RP 570 juta lebih.

Asrul Hasan merupakan staf di Kecamatan Gane Barat Selatan. Asrul ditujukan sebagai Plt Kades Kebun Rajak sejak tahun 2019 setelah Kades sebelumnya Soleman Yusup dicopot oleh Bupati Halsel, Bahrain Kasuba lantara memiliki masalah yang sama.

Salah satu warga Desa Kebun Raja, Satar Arifin menjelaskan DD Kebun Raja tahun anggaran 2019 tahap dua dan tahap tiga sebesar RP 570 juta lebih dibelanjakan tidak sesuai dengan rencana belanja yang tercantum dalam APBDes. Yang seharusnya dibelanjakan oleh Asrul Hasan yakni kursi sebanyak  100 unit untuk mobiler kantor desa dan 50 unit untuk mobiler PAUD. Namun Asrul Hasan hanya membeli 100 unit, 50 unit untuk PAUD tidak direalisasikan.

“Kalaupun dia belanja pakai DD tahun 2020 ini maka anggaran tahun 2019 itu dia (Asrul Hasan) sudah makan (selewengkan),” tutur Satar kepada KabarMalut melalui sambungan telepon, Rabu (3/6/2020).

Menurut Satar, Asrul Hasan juga diam-diam mengubah isi APBDes yang telah dibuat mantan Kades Soleman Yusup. Dalam APBDes itu, terdapat belanja satu unit mobil desa, pembangunan PAUD dan drenaise sepanjang 100 meter.

APBDes yang dianggap ilegal itu, kata Satar, Asrul Hasan memasukkan belanja lampu jalan sebanyak 20 unit. Tapi Asrul Hasan hanya bayar 18 unit, sisanya dua unit nanti dibayar di tahun anggaran 2020 dengan harga per unit lampu Rp 25 juta. Asrul Hasan juga salam menjabat sebagai TLP Kades Kebun Raja jarang berada di desa.

“Yang jelas kami masyarakat sudah resah kehadiran dan kinerja Asrul Hasan.  Kalau bole diganti saja dengan orang Gane Timur supaya setiap hari ada di desa,” ujar Satar.

Sementara itu, PLT Kades Kebun Raja Asrul Hasan saat dikonfirmasi berkilah bahwa dirinya tidak melakukan semua yang dituduhkan. Asrlu mengaku dirinya telah merealisasikan semua kegiatan di desa yang bersumber dari DD.

“Lampu juga sudah terpasang semua,” kata Asrul.

Meski demikian Asrlu mengakui dirinya merubah APBDes tahun 2019. Atas perubahan itu, dirinya mencoret kegiatan pembangunan drainase sepanjang 100 meter dan menggantikan dengan pengadaan lampu jalan sebanyak 20 unit. Menurut Asrlu pembangunan drenaise tersebut tidak ada dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB), sehingga dialihkan pengadaan lampu.

“RAB tidak ada makanya saya alihkan beli lampu jalan dan lampu itu bersifat darurat,” pungkas Asrlu. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut