Hasil Rapid Test Bupati Morotai dan Jajaran serta Forkompimda Dinyatakan Non Reaktif

  • Bagikan
Bupati Pulau Morotai, Benny Laos saat sedang jalani rapid test (Istimewa)

DARUBA – Mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkup pemerintahan, Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), melakukan rapid test terhadap Bupati Benny Laos dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hasilnya dari 42 sampel yang jalani rapid test menunjukan seluruhnya non reaktif.

Bupati Pulau Morotai, Benny Laos mengatakan tes yang dilakukan oleh Tim Satgas Covid-19 ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Hasil rapid test ini membuktikan bahwa internal birokrasi Pemerintah Pulau Morotai semuanya dinyatakan bersih dari wabah Covid-19.

“Test sampling semua berarti secara otomatis internal kita semua klir. Semua pimpinan harus di tes karena kita semua berinteraksi di kantor,” ungkap Benny ketika diwawancarai KabarMalut di Marahai Villa, Senin (8/6/2020).

Benny mengaku para pimpinan OPD maupun Forkopimda diwajibkan jalani rapid test karena selalu berhubungan langsung dengan para bawahan. Jika terpapar Covid-19, maka secara otomatis para staf juga bakal kena hal yang sama.

“Sebagai contoh, kalau Sekwan bersih berarti anggota DPRD bersih secara tidak langsung. Kemudian pimpinan DPRD bersih berarti di dalam kantor bersih semua. Jadi yang di tes itu pimpinannya saja karena pimpinan tiap hari dengan anak buahnya, kalau pimpinan kena berarti secara otomatis semua kena, karena ini penyakit penular jadi harus dites semua, dan sejau ini untuk pejabat hasilnya non reaktif belum ada yang kena,” tegasnya.

Ketua DPRD Pulau Morotai, Rusminto Pawane juga menjalani rapid test (Istimewa)

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai, dr Giskar Kroons mengatakan rapid test dilakukan sebagai langka ikhtiar dan pendeteksian dini penyebaran dan pencegahan Covid-19 di lingkup Pemkab Pulau Morotai.

“Hasil rapid test langsung diumumkan. Sebanyak 42 orang, ikut rapid tes terdiri dari Bupati, Sekda dan jajaran serta Forkopimda Pulau Morotai dan hasilnya semuan non reaktif,” kata Girkar.

Pemkab Pulau Morotai juga telah menjadwalkan bakal melakukan rapid test juga bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Hanya saja masih memiliki keterbatasan alat rapid test, sehingga akan disesuaikan.

“Alat rapid test yang kita miliki jumlahnya terbatas, jadi waktunya belum ditentukan,” jelasnya.

Cara pendeteksian dan pencegahan Covid-19 yang dilakukan Pemkab Pulau Morotai melalui karantina bagi warga yang masuk Morotai dinilai sangat efektif. Terbukti, seluruhnya baik OTG, OPD, PDP dan pasien positif, seluruhnya terjaring melalui karantina. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut