Cemburu, Seorang Suami di Halsel Bunuh Istri dan Dua Orang Pria

  • Bagikan
Korban Salma Sambiu (istri pelaku) tergelatak ditempatkan tidur usai dibunuh (Istimewa)

LABUHA –  Diduga cemburu buta, salah satu warga Desa Nusababullah Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahere Selatan (Halsel), Darso Pandu (43) nekat membunuh istrinya sendiri dan dua orang pria. Tragisnya kejadi pembunuhan ini dilakukan Darso di dalam rumah ketiga korban.

Kasat Reskrim Polres Halsel, IPTU Dwi Gastimur Wanto mengatakan kejadi ini mengakibatkan istri pelaku Salma Sambiu (40), Muhammad Bakar (45) dan Bakar Umar (75), meninggal dunia dengan luka bacok di sekujur tubuh.

Korban Muhammad Bakar sempat dilarikan ke RSUD Labuha oleh keluarganya untuk dilakukan perawatan, namun akhirnya menghembuskan napas terakhir di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sementara dua korban lainnya meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Setelah melakukan pembunuhan, pelaku Darso Pandu kemudian melakukan aksi bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri di TKP menggunakan parang yang digunakan untuk membunuh tiga korban tersebut,” kata Dwi kepada KabarMalut, Selasa (9/6/2020).

Korban Bakar Umar (75) tergelatak di depan rumahnya usai dibunuh pelaku (Istimewa)

Dwi menjelaskaan kronologi kejadian yang menewaskan empat orang maninggal dunia ini berawal sekira pukul 05:30 WIT dini hari Ariyanto Muhammad yang merupakan anak dari korban Muhammad Bakar sedang tidur di kamar depan bersama kedua kakanya yakni Umar dan Akbar, tiba-tiba mendengar suara teriakan sakit dari ayahnya Muhammad Bakar.

Mendengar teriakan itu, Ariyanto bersama Umar, Akbar dan saudara perempuannya Rasti keluar dari kamar masing-masing dengan maksud melihat ayah mereka. Saat itu mereka menemukan korban Muhammad Bakar dalam keadaan bersimpah darah dengan luka bacok dibagian kening, dada, tangan, bahu dan tangan.

Ariyanto juga melihat kakeknya Bakar Umar sudah tergeletak di depan pintu rumah dengan kondisi bersimbah berdarah.

“Kedua korban tergeletk di depan pintu rumah tepatnya di teras rumah korban,” sebut Dwi.

Sambung Dwi, ketiganya kemudian mengangkat korban Muhammad Bakar dimasukan ke dalam rumah. Setelah itu salah satu dari mereka yakni Akbar langsung menutup pintu rumah.

“Mereka sempat melihat pelaku Darso Pandu duduk di teras rumah dengan memegang sebilah parang. Tak berselang lama pelaku Darso berjalan menjauhi rumah,” jelasnya.

Seketika itu, Ariyanto keluar rumah melalui pintu belakang untuk meminta pertolongan, selanjutnya saudaranya Ayu dan saudaranya Kangen langsung membawa korban Muhammad Bakar menuju pantai untuk dinaikkan di speed boat.

Ariyanto kemudian kembali masuk ke rumah, saat berada di dalam rumah, Ariyanto melihat pelaku Darso memecahkan kaca rumah mereka menggunakan parang. Merasa takut, Ariyanto, Umar, Akbar, Rasti dan Narti melarikan diri keluar rumah melalui pintu belakang.

“Setelah itu mereka sudah tidak tahu lagi apa yang terjadi di dalam rumah,” tutur Dwi.

Sebelum melakukan pembunuhan terhadap kedua korban (Muhammad Bakar dan Bakar Umar), pelaku Darso Pandu sudah lebih dulu menggorok leher Salma Sambiu yang merupakan istrinya sendiri. Salma dibunuh di kamar mereka dalam keadaan tidur.

Salma dibunuh lantaran pelaku menaruh curiga terhadap istrinya yang menjalani hubungan asmara dengan Muhammad Bakar. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut