Catut Nama Inspektorat Halut, Kades Tolonuo Bohongi Warga

  • Whatsapp
Masyarakat dan Mahasiswa pada saat menggelar aksi ke Pemdes Tolonuo (Istimewa)

TOBELO – Manaf Kharie Kepala Desa (Kades) Tolonuo Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara, diduga mencatut nama Inspektorat Halut untuk membohongi warganya sendiri terkait dengan proyek lampu jalan yang saat ini dibangun di Desa Tolonuo. Manaf diduga membohongi warganya di saat dirinya hearing bersama warga di kantor Desa Tolonuo pada saat warganya menggelar aksi, Selasa (9/6).

Dalam hearing itu, Manaf mengaku proyek lampu jalan Desa Tolonuo yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap I tahun 2020 tidak perlu adanya pemasangan papan proyek. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari perintah Inspektorat setelah pihaknya berkoordinasi.

Kepala Inspektorat Halut, Tony Kappuw saat dikonfirmasi mengaku hingga saat ini untuk Desa Tolonuo belum ada konsultasi untuk realisasi anggaran DD tahap I tahun 2020. Apalagi terkait konsultasi dari Pemdes Tolonuo atas proyek lampu jalan yang tidak perlu adanya papan proyek.

“Terkait proyek lampu jalan di Desa Tolonuo sampai saat ini tidak ada kolsultasi dari pihak Pemdes Tolonuo kepada kami, yang mengatakan proyek tersebut kami yang mendesain sehingga proyek tidak perlu adanya papan proyek juga tidak,” kata Tony, Rabu (10/6/2020).

Ia mengaku untuk Desa Tolonuo sendiri pihak Inspektorat baru melakukan monitoring pada anggaran DD tahap III tahun 2019. Sementara untuk DD tahap I tahun 2020 belum sama sekali karena Kades Tolonuo juga belum berkonsultasi dengan Inspektorat.

“Jika Kades menyampaikan dihadapan masyarakat bahwa sudah berkonsultasi dengan Inspektorat itu tidak benar, karena belum sama sekali berkonsultasi. Kita tidak tahu soal proyek lampu jalan Desa Tolonuo itu, karena belum konsultasi dengan kami, saya tegaskan bahwa kalaupun ada konsultasi setiap desa ke Inspektorat itu hanya sebatas memberikan penjelasan penggunaan DD, tapi untuk mendesain itu tidak benar,” tegasnya.

Sementara itu, Korlap Aksi Mahasiswa Desa Tolonuo, Mudatsir Saragi menyesalkan tindakan pembohongan dilakukan Kades Tolonuo dihadapan masyarakat. Apalagi mencatut nama Inspektorat sebagai dalil membohongi mahasiswa dan masyarakat.

“Kami sesalkan ketidak jujuran Kades, apalagi mencatut nama Inspektorat sebagai dalail membohongi mahasiswa dan masyarakat,” cetus Mudatsir.

Mudatsir yang juga mahasiswa Arsitek itu menjelaskan setiap proyek pembangunan wajib mencantumkan papan proyek pembangunan sebagai bentuk transparansi, baik itu proyek bersumber Dana Desa (DD) maupun bersumber dari APBD dan APBN wajib memasang papan proyek pembangunan. Hal ini bertolak belakang dengan proyek desa pemasangan lampu jalan tidak ada papan proyek sebagai informasi. Bahkan tidak ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Desa (RPJMDes).

“Ketika kami mempertanyakan transparansi proyek lampu jalan, tetapi Kades dengan bangga bahwa sudah berkonsultasi dengan Inspektorat dan sudah didesain oleh Inspektorat, tentunya jika benar ada konsultasi dan itu didesain oleh Inspektorat, bahwa tanpa papan proyek maka ada persekongkolan Inspektorat dan Kades terkait proyek lampu jalan, jika tidak ada konsultasi maka Kades telah berbohong, dan tidak mampu mempertanggung jawabkan,” tutupnya. (*)

Pos terkait