Seorang Petani Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun

  • Bagikan
Korban yang ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa (Istimewa)

TOBELO – Warga Desa Akelamo Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara, digegerkan dengan penemuan mayat seorang petani paruh baya di kebun, Selasa (9/6). Jasad korban diketahui bernama Hi Kamirim Hi Muhammad (56) ini,  pertama kali ditemukan oleh Hajijah Ismail (29) yang hendak membeli hasil panen korban.

Kasubag Humas Polres Halut, IPTU Mansur Basing mengaku penemuan sesosok mayat di sekitar rumah kebun di Desa Akelamo berawal ketaika ketika Hajijah Ismail mendatangi rumah kebun korban yang jaraknya sekitar 200 meter dari Desa Akelamo dengan maksud membeli cabai. Namun korban, mengaku cabai belum dipanan dan meminta korban kembali sore hari setelah ia panen.

“Korban juga menyampaikan kepada saksi bahwa nanti selesai sholat Ashar atau sekira jam 16:30 baru balik, supaya korban petik rica (cabai) dulu. Saksi langsung titip uang Rp 10.000 dan bergegas pulang ke rumah,” kata Mansur saat dikonfirmasi KabarMalut, Rabu (10/6/2020).

Mansur melanjutkan, sekira pukul 17:00 WIT, saksi Hatijah kembali lagi ke rumah kebun korban untuk mengambil cabai yang sudah dibayar sebelumnya, namun setelah tiba di rumah kebun saksi melihat rumah kebun korban dalam kondisi tertutup. Saat itu juga saksi berjalan di sekitar pekarangan rumah kebun korban yang dipenuhi tanaman rica sambil mencari keberadaan korban.

Naas, saksi melihat korban sudah dalam posisi tengkurap atau tertelungkup di pinggir jalan dekat rumah kebun korban jarak antara saksi dan korban sekita 4 meter.

“Saat itu juga saksi langsung bergegas melaporkan ke ketua RT dan Kades Akelamo,” Katanya.

Anggota Polsek Malifut yang mendapat informasi penemuan sesosok mayat pria ini, kemudiaan langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda luka atau kekerasan di tubuh korban.

“Korban memiliki riwayat sakit darah tinggi dan asam urat, dari pihak keluarga menerima dan minta segera di makamkan,” jelasnya.

Jasad korban kemudian dibawa ke Desa Tabanoma oleh pihak keluarga untuk dimandikan dan segera di bawah ke Ternate.

“Sesuai permintaan istri dan anak-anaknya, korban bawah ke Ternate untuk dimakamkan,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut