Dampak Covid-19, PAD Sektor Perikanan Pulau Morotai Menurun

  • Bagikan
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pulau Morotai, Suriyani Antarani (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Akibat pandemi virus corona atau Covid-19, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pulau Morotai tahun 2020 di sektor perikanan mengalami penurunan yang drastis. Dari target PAD sebesar Rp 3 miliar lebih, selama pandemi Covid-19 atau hingga Juni ini PAD yang dikumpulkan baru mencapai Rp 593 juta.

“Tahun 2020 ini kami diberikan target Rp 3.075.000.000,  posisi sekarang di bulan Juni untuk PAD sektor perikanan baru Rp 593 juta,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pulau Morotai, Suriyani Antarani saat dikonfirmasi KabarMalut, Rabu (17/6/2020).

Prediksi penurunan PAD ini juga dikarena ekspor komoditi lain berupa ikan roa (julung), juga mengalami penurunan akibat penutupan transportasi untuk pencegahan wabah Covid-19.

“Ikan julung (Roa) saat ini masih kendala karena sampai sekarang transportasi masih ditutup sehingga berpengaruh juga,” terangnya.

Meski aktivitas nelayan tetap stabil, Suryani mengaku pihaknya kini mengalami kekurangan fasilitas berupa kulstori dan pabrik es. Sehingga di saat musim ikan tiba, hasil nelayan tidak bisa ditampung secara keseluruhan.

“Saat daya tangkap full, kasiang kita mau tampung dimana, sementara kita kekurangan kulstori. Ini yang kami upayakan dan sudah kami usulkan di KKP pusat soal kekurangan itu,” tegasnya.

Pemda Pulau Morotai beserta masyarakat khususnya nelayan berharap wabah Covid-19 cepat berakhir sehingga perekonomian kembali normal seperti biasanya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut