Kampanye di Medsos, Dua ASN Diperiksa Bawaslu Pulau Morotai

  • Whatsapp
Ketua Bawaslu Kabupaten Pulau Morotai, Lukman Wangko (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, telah memeriksa dua oknum Aparatur Sipil negara (ASN) yang diduga terlibat kampanye di media sosial (Medsos) facebook. Postingan ASN di Mesose yang berlangsung pada Maret 2020 itu, juga ikut ditanggapi oleh salah satu pasangan Calon Wali Kota Ternate.

Ketua Bawaslu Pulau Morotai, Lukman Wangko mengatakan penanganan kasus dugaan pelanggaran ASN berkampanye di Medsos sudah berlangsung. Bahkan kedua oknum ASN sudah diperiksa Bawaslu terkait postingan mereka.

“Untuk tahapan penanganan pelanggaran kami Morotai kami sudah rampung kami sudah sampaikan ke provinsi mungkin dalam waktu dekat juga akan dari provinsi kirim berkas itu ke KASN,” ungkap Lukman ketika dikonfirmasi KabarMalut di ruang kerjanya, Senin (22/6/2020).

Meski begitu, Lukman enggan mau mempublis nama kedua ASN dengan alasan penanganan dugaan pelanggaran ini masih dalam proses.

“Untuk identitas kedua ASN, sementara ini  belum bisa dipublikasi, kasus ini masih dalam proses penyelilidikan,” jelasnya.

Maluku Utara sendiri terdapat delapan kabupaten/kota yang bakal melaksanakan Pilkada. Sementara dua kabupaten lainnya yakni Pulau Morotai dan Halmahera Tengah tidak melaksanakan Pilkada, sehingga kedua kabupaten ini memback-up daerah yang melaksanakan Pilkada.

“Kami hanya memback-up daerah yang melaksanakan Pilkada untuk melakukan pecegahan hal-hal misalkan ASN yang mungkin mengkampanyekan pasangan calon kandidat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Lukman mengatakan Bawaslu Morotai sendiri sampai sejauh ini hanya melakukan pengawasan perpindahan penduduk warga Morotai yang kemungkinan besar akan pindah ke Halmahera Utara atau Halmahera Timur.

“Sementara ini kami meminta data DPM4 dari Kabupaten Halut kemudian kami juga minta data DPT berkelanjutan yang kemarin di pleno di KPU itu kami singkrongkan dulu, jagan sampai ada warga Morotai yang pada saat momen Pilkada ini mereka pindah ke daerah Halut atau kabupaten/kota lain,” pungkasnya. (*)

Pos terkait