Angkut Kayu Tanpa Dokumen, Dua Sopir Truk Jadi Tersangka

  • Whatsapp
Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Maluku Utara, AKBP Aan Hardiansyah (Yasim/KabarMalut)

TERNATE -Dua orang sopir mobil truk lintas Halmahera masing-masing berinisial R dan B, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan kasus pembalakan liar atau illegal logging. Kedua sopir diamankan aparat Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) Minggu (14/6) lalu, karena mengangkut kayu sebanyak 21 kubik tanpa dilengkapi dokumen resmi.

“Dua orang sopir truk yang mengaku kayu sudah jadi tersangka, karena tertangkap tangan,” kata Direktur Reskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Alfis Suhaili melalui Kasubdit Tipidter, AKBP Aan Hardiansyah kepada wartawan, Rabu (24/6/2020).

Aan mengaku penyidik masih terus melakukan pemeriksaan saksi untuk pengembangan dugaan adanya tersangka lain dalam kasus ini. Bahkan saksi dari ASDP Ternate juga dipanggil untuk dimintai keterangan terkait manifes angkutan.

“Kita juga panggil saksi  untuk mintai keterangan kaitan dengan manifes dari pelabuhan,” jelasnya.

Sementara pemilik kayu sendiri sudah diperiksa penyidik dan masih berstatus sebagai saksi. Aan mengaku ada calon tersangka lain dalam kasus ini, hanya saja belum bisa disampaikan ke publik sebelum adanya gelar perkara.

“Ada calon tersangka, tapi saya belum bisa sampaikan isialnya, nanti gelar perkara dulu,” terang Aan.

Terkait dengan barang bukti yang diamankan, penyidik juga telah mengajukan surat permohonan ke Pengadilan Negeri Ternate untuk dilakukan penyitaan. Kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Sekedar diketahui, kayu olahan sebanyak 21 kubik diketahui berasal dari Kabupaten Halmahera Timur dan rencananya dibawa ke Kota Tidore Kepulauan melalui kapal penyeberangan Ferry Ternate-Tidore. Hanya saja saat pemeriksaan, para sopir truk tidak bisa menunjukan dokumen resmi sehingga langsung diamankan. (*)

Pos terkait