Bandar Narkoba dari Dalam Lapas Ternate Diciduk Polisi

  • Whatsapp
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Rikwanto didampinggi Direktur Resnarkoba Kombes Pol Setiadi Sulaksono dan Kabid Humas AKBP Adip Rojikan saat menggelar Konferensi Pers (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Salah satu pengedar narkoba yang diketahui beroperasi di balik jeruji besi yakni dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate, berhasil diciduk anggota Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara (Malut). Napi atas nama Akbar ini diciduk setelah Polisi mengamankan salah satu orang suruhannya bernama Ramdani Ridwan.

Kapolda Malut, Irjen Pol Rikwanto mengatakan pengungkapan kasus ini bermula saat Tim Opsnal Diresnarkoba mengamankan tersangka Ramdani ketika mengambil paket berisikan narkoba pada salah satu jasa pengiriman di Kelurahan Stadion Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate Kamis (18/6).

Bacaan Lainnya

“Tim Opsnal melakukan pengintaian dan pembuntutan terhadap terlapor (Ramdani), sekira pukul 21:00 WIT anggota melihat tersangka keluar dari jasa pengiriman sambil membawa paket sebuah kardus,” kata Rikwanto didampinggi Direktur Resnarkoba Kombes Pol Setiadi Sulaksono dan Kabid Humas AKBP Adip Rojikan saat menggelar Konferensi Pers, Selasa (30/6/2020).

Rikwanto mengaku, anggota yang melakukan penangkapan dan penggeledahan badan terhadap tersangka, berhasil menemukan dalam kardus dimaksud berisi tiga paket besar narkoba jenis ganja kering seberat 2,5 kilo gram (kg) dan satu sachet sedang seberat 47,80.

“Untuk mengelabui petugas, narkotika jenis ganja itu dibungkus dengan celana jeans,” ungkap Rikwanto.

Setelah dilakukan pengembangan, lanjut Rikwanto, terungkap bahwa narkoba tersebut milik temannya yang tak lain merupakan salah satu Napi yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIA Ternate bernama Akbar.

“Tersangka mengakui barang tersebut milik temannya atas nama Akbar yang berada di lapas Kelas IIA Jambulah,” akunya.

Tak butuh waktu lama, Akbat juga langsung diciduk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka Akbar juga sudah mengakui jika narkoba yang diambil Ramdani merupakan miliknya.

Perbuatan kedua tersangka dijerat dengan Pasal 111 ayat 2 dan Pasal 114 Ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara. (*)

Pos terkait