Polda Malut Tetapkan Asisten I Gubernur Sebagai Tersangka

  • Bagikan
Kabag Wasidik Dit-Reskrimum Polda Maluku Utara, AKBP Hengky Setiawan (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) menetapkan Asisten I Gubernur Malut Haji Gafaruddin sebagai tersangka atas kasus dugaan pemalusan dan memasuki pekerangan orang tanpa izin.

Kabag Wasidik Ditreskrimum Polda Malut, AKBP Hengky Setiawan mengatakan kasus ini berawal dari laporan korban Holfenus Tondenggan yang rumahnya di RT 006/ RW 002 Kelurahan Kalumata Kecamatan Ternate Selatan ditinggalkan tahun 1999 silam. Namun tahun 2002 rumahnya ditempati tersangka Gafaruddin dengan alasan sudah membeli rumah tersebut.

“Hingga saat ini Gafaruddin belum juga keluar dari rumah tersebut bahkan ada tanah yang sisa yang bersangkutan bangun dengan rumah kos-kosan,” kata Hengki kepada KabarMalut, Rabu (1/7/2020)

Setelah menerima laporan korban, pihaknya juga sudah melayangkan surat panggilan kepada Gafaruddin sebanyak lima kali, namun tidak memenuhi panggilan Polisi untuk dimintai keterangan.

“Penyidik sudah megeluarkan surat perintah membawa kepada Gafaruddin untuk datang menghadap penyidik, jika yang bersangkutan datang maka penyidik akan melakukan mediasi tetapi hingga sekarang yang bersangkutan tidak datang menghadap penyidik,” tegasnya.

Hengky mengaku berdasarkan hasil penyelidikan penyidik, sertifikat rumah dan surat-surat lainnya masih tercatat milik korban Holfenus Tondenggan sehingga Gafaruddin pun ditetapkan sebagai tersangka.

“Sekarang kasusnya penyidik sudah melakukan gelar perkara dan telah menetapkan Gafaruddin sebagai tersangka,” pungkasnya.

Tersangka dijeret pasal berlapis yakni pasal 167, pasal 263 dan pasal 383 KUHP  terkait pemalsuan dan masuk pekarangan orang tanpa izin. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut