Tiga Pabrik Es Dikeluhkan Tidak Beroperasi, Kepala DKP Morotai Bantah

  • Bagikan
Salah satu Pabrik Es yang saat ini aktif beroperasi di Desa Sangowo Induk Kecamatan Morotai Timur (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Salah satu Koperasi Nelayan di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan soal penetapan lokasi pabrik es yang dinilai tidak sesuai atau tidak tepat saran. Pasalnya, pabrik es yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2018 itu terdapat tiga pabrik es yang tidak beroperasi.

“Ketiga pabrik es yang tidak beroperasi itu yakni, pabrik es Desa Cendana Kecamatan Morotai Jaya, Desa Tanjung Saleh Kecamatan Morota Utara dan di Desa Wayabula Kecamatan Morotai Selatan Barat,” keluh salah satu sumber yang tidak mau namanya dipublikasi, Senin (6/7/2020).

Menurut dia, seharusnya ketiga pabrik ini untuk lokasinya ditentukan langsung oleh koperasi, karena para koperasi lah yang lebih tahu desa mana yang lebih layak mendapatkan bantuan itu, hanya saja ketiga lokasi itu ditentukan oleh Pemda setempat, sehingga saat ini yang beroperasi hanya dua pabrik, namun ketiga pabrik belum jalan.

“Saat ini baru dua pabrik yang jalan di Desa Sangowo dan Desa Buho-Buho Kecamatan Morotai Timur,” cetusnya.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pulau Morotai, Suryani Antarani ketika dikonfirmasi membantah adanya tiga pabrik es yang tidak beroperasi.

“Jadi apa yang disampaikan itu tidak benar, karena sebanyak lima pabrik es bantuan dari KKP itu saat ini semuanya beroperasi seperti biasa, dan soal penempatan lokasi itu juga kami (Pemda) tidak punya kewenangan untuk menentukan lokasi pabrik es, karena semua lokasi itu ditentukan langsung oleh KKP RI,” ungkap Suryani.

Aset bantuan dari KKP ini, menurut Suryani verifikasinya melalui Pemda dalam hal ini DKP Pulau Morotai. Kemudian semua calon penerima bantuan diusulkan ke KKP dan KKP yang tetapkan lokasi dan calon penerima bantuan.

“Jadi saat ini lima pabrik es yang berada di lima desa, yakni Desa Wayabula, Cendana, Tanjung Saleh, Buho-buho, dan Sangowo Induk semuanya sudah beroperasi,” terangnya.

Ditambahkan, untuk stok es tetap ada, dijual 1 kilo gram Rp 500  sesuai SK Bupati yang diperuntukan secara umum. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut