Jadi Tuan Rumah STQ Tingkat Nasional, Dinas PUPR Malut Optimis Pekerjaan Masjid Raya Sofifi Rampung April 2021

  • Whatsapp
Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Santrani Abusama (Istimewa)

SOFIFI – Provinsi Maluku Utara (Malut) ditetapkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat nasional tahun 2021 mendatang. Pemerintah Daerah (Pemda) Malut pun mulai menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung salah satunya Masjid Raya Sofifi sebagai tempat akan belangsungnya pelaksaan STQ di ibu kota Provinsi Malut.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malut optimis bahwa pekerjaan pembangunan Masjid Raya Sofifi bakal rampung pada April 2021 mendatang. Hal ini merupakan keinginan Gubernur Malut, Abdul Ghani Kasuba.

Kepala Dinas PUPR Malut, Santrani Abusama melalui PPK Masjid Raya Sofifi, Tanto mengatakan proyek Masjid Raya Sofifi akan dialihkan ke multi years (tahun jamak) agar cepat selesai sebelum pelaksaan STQ tahun 2021.

“Setalah dilakukan rapat koordinasi Panitia Persiapan STQ tahun 2021, semua optimis pembangunan Masjid Raya Sofifi akan selesai pada bulan April tahun 2021,” ungkap Tanto kepada wartawan, Minggu (7/7/2020).

Tanto mengaku alokasi anggaran proyek pembangunan Masjid Raya Sofifi tahun 2020 sebesar Rp 35,9 miliar dengan masa kontrak hingga Desember akhir tahun nanti. Namun sebelum batas waktu batas kontrak selesai, pekerjaan harus sudah selesai sehinga bisa dilajutkan kembali dengan anggaran yang telah disiapkan.

“Kita akan manfaatkan waktu satu sampai dua bulan diakhir 2020 supaya pekerjaan tidak putus, kami tetap optimis pekerjaan masjid rampung sesuai batas waktu,” ucapnya.

Pekerjaan Masjid Raya Sofifi, lanjut Tanto, sedikit mengelami kendala akibat adanya virus corona (Covid-19). Karena seharusnya alat berat masuk ke Sofifi di bulan Mei, hanya saja bertepatan dengan diperlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maka jalur laut dari Jakarta ke Manado terkendala.

Namun, kata Tanto, sebagian alat sudah didatangkan pada bulan Juni 2020. Dengan begitu, maka masjid berkapasitas daya tampung 2000-3000 jemaah berukuran panjang 60 dan lebar 60 meter ini pekerjaanya tetap berlangsung tanpa henti.

“Kita kerjakan saat ini menggunakan alat seadanya, tetapi pekerjaan masih dikerjakan sesuai terget. Bahkan sampai sejauh ini gaji para pekerja tidak ada yang terlambat, apalagi Pak Gubernur Maluku Utara sering kunjungi lokasi pembangunan Masjid Raya,” pungkasnya. (Adv/*)

Pos terkait