Warga Keluhkan Mahalnya Harga Ikan di Pasar Gotalamo

  • Bagikan
Pasar Ikan Gotalamo II (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Warga mengeluhkan mahalnya harga ikan yang dijual di Pasar Gotalamo II, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

“Ikan di pasar sana (Pasar Gotalamo II) dengan kondisi saat ini memang mau beli harus pikir-pikir lantaran di jual terlalu mahal,” ungkap Ahmad salah satu warga kepada wartawan, Selasa (7/7/2020).

Harga ikan dasar yang di jual di pasar tersebut, kata Ahmad, rata-rata dibandrol dengan harga Rp 40 ribu hingga Rp 70 ribu per gandeng. Jika ke pasar hanya bawa uang Rp 100 ribu, maka dipastikan kebutuhan lain tidak bisa terbeli lagi.

“Kalau cuma bawa uang Rp 100 ribu saja, rica tomat dan lain-lain tidak bisa beli lagi, karena harga ikan saja sudah melambung tinggi dari harga biasanya,” terangnya.

Terpisah, Kepala Pasar Rakyat Gotalamo II, Sakir Sandri ketika dikonfirmasi membenarkan mahalnya harga ikan yang dijual para pedagang. Sehingga jangan heran jika banyak jualan ikan milik pedagang tidak laku terjual dan harus dibuah.

“Perindakop, Perikanan dan penjual ikan termasuk kami harus kerja sama. Karena biasanya dari Perindakop itu kan harga tertinggi itu harus ada HET. Jadi kalau kita tidak mengontrol nelayan jual berapa, di pasar berapa, ya seperti ini sekarang,” ungkap Sakir.

Sakir menambahkan bahwa Pemerintah Daerah bisa intervensi harga ikan, hanya saja masih pikir-pikir dengan nelayan. Karena jika pemerintah intervensi maka harga ikan bisa turun jauh.

“Harga ikan jika mau diturunkan pemerintah harus tegas agar dijual per kilo saja,” jelasnya.

Pulau Morotai, menurut Sakir merupakan tempat ikan, tapi ironisnya harga ikan cukup mahal dibandingkan daerah lain di sekitar. Sakir mencontohkan di Kota Ternate harga ikan cukup murah, bahkan ada penjual yang berjualan lewat online dan harganya lebih murah.

“Jadi saya sampaiakan para penjual ikan menjual jangan terlalu harga yang tinggi lah,” tutupnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut