Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria Beristri Diciduk Polisi Saat Kabur di Halbar

  • Whatsapp
Tersangka pencabulan anak dibawah umur saat diciduk Tim Resmob Sat-Reskrim Polres Ternate (Istimewa)

TERNATE – Kasus pencabulan anak dibawah umur kembali terjadi di Maluku Utara (Malut). Kali ini seorang pria beristri dengan inisial IF (46), diciduk Tim Reserese Mobile (Resmob) Satuan Reskrim Polres Ternate karena diduga mencabuli seorang anak perempuan yang masih berusia 11 tahun.

Tersangka IF ditangkap Tim Resmob Polres Ternate pada Rabu (8/7), di Desa Hatebicara Kecamatan Jailolo saat melarikan diri di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) setelah kejadian pencbulan dilakukannya.

Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda megatakan kasus yang menimpa anak dibawa umur ini terjadi 1 April 2020 sekira pukul 14:00 WIT, berawal ketika tersangka IF ke rumah korban yang terletak di salah satu kelurahan di Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate dengan tujuan mencari ibu korban.

“Saat itu korban sedang nonton TV di ruang, pada saat mendengar ada yang datang, korban langsung menghampiri,” kata Riki ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (9/7/2020).

Riki menambahkan, setelah korban menghampiri, tersangka IF mengaku mencari ibunya sehingga korban mempersilahkan tersangka masuk ke dalam rumah dan menemui ibunya di teras belakang rumah.

“Selanjutnya korban langsung masuk ke dalam kamar dan tidur di kamarnya, setelah korban tertidur di kamar, tersangka masuk diam-diam di kamar korban langsung melakukan pencabulan terhadap korban,” ungkap Riki.

Setelah melancarkan aksinya, tersangka IF langsung melarikan diri. Sementara korban bersama ibunya melaporkan ke Polisi atas perlakukan tersangka IF. Dalam penyidikan, penyidik melakukan pemanggilan terhadap tersangka tetapi tidak dipenuhinya.

“Penyidik kembali melayangkan panggilan dan mengetahui tersangka berada di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar),” cetusnya.

Karena tak menghadiri panggilan penyidik, tersangka IF pun langsung diciduk Tim Resmob Polres Ternate saat kabur di Halbar dan bersembunyi di salah satu rumah kerabatnya.

“Setelah ditangkap tersangka langsung di bawa ke Ternate untuk diperiksa lebih lanjut dan sementara tersangka lagi diperiksa,” pungkasnya.

Tersangja dijeret pasal 82 ayat (1) junto pasal 76E Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Pos terkait