Laporan Dugaan Korupsi Pembangunan Ruko Nelayan Sampai di Meja Kajati

  • Bagikan
Kasi Penkum Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Laporan dugaan korupsi proyek pembangunan ruko nelayan tahun 2017 di Desa Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), kini telah sampai di meja kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara (Malut), Eryyl Prima Putra Agoes.

Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga mengaku pasca dilaporkan LSM Pembela Tanah Air Malut, laporan tersebut sudah disampaikan ke pimpinan Kejati. Namun hingga kini, belum diketahui perkembangannya karena belum didisposisi pimpinan.

“Memang sudah kita buat Lapinhar (laporan harian) terkait masalah pengaduan dari LSM Pembela Tanah Air ke pimpinan dalam bentuk Lapinhar, dan itu sudah sampai ke atas, tindak lanjutnya seperti apa nanti kita lihat disposisi dari pimpinan,” kata Richard saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/7/2020).

Menurut Richard, lambatnya respon laporan dugaan korupsi proyek milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut ini,  karena berbenturan dengan waktu dan kesibukan rangkaian kegiatan serta persiapan menyambut Hari Bhakti Adiyaksa (HBA) ke-60 tahun pada 22 Juli mendatang.

“Nanti saya cek dulu, ini mungkin karena banyaknya kesibukan menyambut peringatan HBA ini, jadi dimohon untuk bersabar dulu,” ujarnya.

Meski begitu, Richard menambahkan semenjak Kajati Malut Erryl Prima Putra Agoes bertugas, terdapat beberapa aduan yang kini sudah direspon pihak Kejati Malut yakni dua perkara terkait Dana Desa (DD) di Halsel.

“Baru dua, Desa Lata-Lata sama Desa Guraping yang dibuat telaah, tinggal menunggu pimpinan apakah itu nanti di disposisikan dalam bentuk surat perintah ke Intel atau ke Pidsus, nanti baru dilihat,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut