Tim Gustu Covid-19 Pulau Taliabu Temukan ABK dan Nahkoda Kapal Reaktif Rapid Test

  • Bagikan
Suasana penjemputan pasien reaktif rapid ters Covid-19 Tim Gustu Percepatan dan Penangan Pulau Taliabu (Istimewa)

BOBONG -Tim Gugus Tugas (Gustu) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulaua Taliabu, Maluku Utara, menemukan empat orang warga dinyatakan reaktif covid-19 setelah mengikuti rapid test. Keempat pasien reaktif diantaranya yakni satu ABK dan Nahkoda kapal KM Kawon Mon, satu warga asal Banggai, Sulawesi Tengah dan satu warga Pulau Taliabu.

“Dari empat orang yang di nyatakan reaktif melalui hasil rapid tes pada hari ini, itu hanya satu orang yang warga Taliabu asal Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan. Sementara yang tiga orang itu satu orang asal Banggai, dan dua orangnya lagi itu ABK dan Kep kapal KM Kawon Mon,” kata Sekertaris Tim Gustu Percepatan dan Penanganan Covid-19 Pulau Taliabu, Sutomo Teapon kepada wartawan, Kamis (16/7/2020).

Saat ini pasien reaktif asal Banggai, Sulawesi Tengah telah dijemput dan dibawah ke tempat karantina untuk menjalani karantina. Sotomo mengaku untuk ABK dan Nahkoda kapal KM Kawon Mon belum dikarantina karena mereka meminta dikarantina di Sanana Kabupaten Kepulauan Sula sebagai pos terakhir kapal.

“Jadi mereka (ABK dan Nahkoda kapal) meminta untuk dikarantina di Sanana, karena alasannya pos terakhir mereka itu di Sanana,” terangnya.

Sedangkan pasien reaktif asal Desa Bapenu diketahui dalam perjalanan balik ke desa dengan menumpangi kapal fungka pagi tadi. Tim Gustu Kabupaten langsung berkoordinasi dengan pasien serta Tim Gustu tingkat desa agar dilakukan karantina.

“Saya sudah telepon berkordinasi dia untuk balik ke Bobong dan saya juga sudah telepon Tim Covid di desa untuk segera amankan dia, nanti baru kami jemput dia,” ungkapnya.

Dengan bertambanya empat pasien rekatif rapid test yang baru maka total pasien reaktif Covid-19 di Pulau Taliabu menjadi 19 orang.

“Karena 2 orang yakni ABK dan Kep kapal yang reaktif itu mereka mau karantina di Sanana, makanya kami tidak masukkan dalam daftar Pulau Taliabu,” tuturnya.

Sutomo mengimbau masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan dan protokol Covid-19 dan tidak panik. Kabupaten Pulau Taliabu sendiri hingga kini masih tetap kategorti wilayah zona hijau. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut