Penanganan Kasus DD Losseng Lambat, Warga Palang Kantor Desa dan Kantor Camat

  • Bagikan
Kantor Desa Losseng dipalang warga (Istimewa)

BOBONG – Sejumlah warga Desa Losseng, Kecamatan Taliabu Timur Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, memalang kantor Desa Losseng dan kantor Camat Taliabu Timur Selatan, Senin (20/7). Aksi pemalangan dilakukan sebagai bentuk protes warga atas lambatnya penanganan kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) Losseng tahun 2017-2019 yang ditangani Polres Kepulauan Sula (Kepsul).

Warga menilai Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Taliabu yakni Aparat Pengawasan Intern Pemerintah, ikut melindungi Kepala Desa (Kades) Losseng, Harnono La Yai. Ini terbukti ketika Inspektorat melakukan audit pengelolaan anggaran DD Losseng dan menemukan ada indikasi dugaan kerugian negara, tetapi hasil audit tidak diserahkan ke penyidik kepolisian.

“Kami ambil langkah boikot kantor Desa Losseng dan juga kantor Camat Taliabu Timur Selatan ini sebagai bentuk protes kami terhadap masalah dana desa yang terkesan dilakukan pembiaran oleh pemerintah kecamatan dan juga Pemkab Taliabu,” ungkap Korlap Aksi, Ajid Tidore kepada KabarMalut, Selasa (21/7/2020).

Kantor Talibu Timur Selatan juga ikut dipalang warga (Istimewa)

Ketua Pemuda Desa Losseng ini mempertanyakan alasan Pemda Pulau Taliabu tak menyerahkan hasil audit yang dimintai Polisi. Sebab, tindakan tersebut dapat memperlambat penanganan kasus di penyidik Polres Kepsul.

“Masalah Dana Desa ini sudah terlalu meresahkan masyarakat, kenapa hasil audit katanya sudah ada tapi harus tunggu lagi bupati. Harusnya segera diserahkan kepada penyidik agar kasus Dana Desa Losseng ini ada kepastian hukum,” ujarnya.

Ajid mendesak Pemda Pulau Taliabu segera memberikan hasil audit yang diminta Polisi dan tidak melindungi oknum Kades yang bermasalah dengan hukum. Jika Pemda masih mempertahan hasil audit tersebut, aksi disertai pemboikotan aktifitas pemerintahan bakal terus berlanjut.

“Apa bila belum juga ada perhatian pemerintah terutama pada tindak lanjut penyerahan hasil audit itu kepada pihak penyidik Reskrim polres kepsul maka,kami pemudah desa losseng dan masyrakat akan kembali turun dengan jumlah masa yang lebih besar lagi,” tutupnya(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut