Soal Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Bandara di Halsel, Polda Malut Periksa 14 Saksi

  • Bagikan
Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Maluku Utara, Kompol Naim Ishak  (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Penanganan kasus dugaan korupsi anggaran pembebasan lahan Bandara Oesman Sadik Labuha di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), terus dilakukan Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut). Bahkan dalam penyelidiki, penyidik telah memeriksa 14 orang saksi terkait kasus tersebut.

“Kami sudah periksa 14 orang saksi terkait kasus dugaan korupsi Bandara Oesman Sadik, ,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Malu, Kompol Naim Ishak saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2020).

Mantan Wakapolres Halsel ini mengaku, alokasi anggaran pembebasan lahan untuk penambahan panjang landasan tahun 2018 silam, tidak ada temuan kerugian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sehingga penyidik terus melakukan pengumpulan bukti dan keterangan.

“Kasus tersebut kami masih melakukan pengumpulan barang bukti,” terangnya.

Naim menunturkan, laporan dari penyidik terkait kasus Oesman Sadik bahwa informasi awal anggaran sebesar Rp 6 miliar, namun setelah penyelidikan ternyata informasinya salah. Bahkan anggaran ini dikelolah langsung Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).

“Anggaran bukan sebesar Rp 6 miliar tetapi anggaran Rp 2 miliar lebih itu bukan melekat di Dinas Perhubungan tetapi melakat di BPKD,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut