Dugaan Oknum Jaksa Terima Fee Proyek Didalami

  • Bagikan
Aswas Kejaksaan Tinggi  Maluku Utara, Muh Noor HK (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Bidang Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), kini terus mendalami dugaan oknum jaksa yang menerima fee proyek pembagunan jalan antara wilayah pemukiman di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) senilai Rp 80 juta tahun 2018.

Aswas Kejati Malut, Muh Noor HK mengaku kini pihaknya telah mendalami dugaan oknum jaksa terima fee proyek itu. Jika ditemukan adanya indikasi korupsi, maka langsung serahkan ke Asisten Pidana Khusus (As Pidsus) untuk proses lebih lanjut.

“Karena adanya indikasi makanya pak Dir Reskrimsus Polda mengecek kebenaranya di Aswas,” ujar Muh Noor ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/7/2020).

Muh Noor menunturkan oknum jaksa yang diduga terima fee telah dimintai klarifikasi. Bahkan sejumlah pihak terkait dalam pengadaan proyek tersebut juga telah diundang untuk dimintai klarifikasi.

“Semua pihak-pihak kita sudah mengundangnya bahkan termasuk Irawati yang melaporkan ke Polda. Kemudain dari pihak asosiasi kita telah mengundang namun hal itu dibantah oleh semua pihak bahwa tidak ada jaksa yang diberikan fee,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, dugaan penerimaan fee proyek oleh oknum jaksa terjadi pada proyek pembangunan jalan industri di Desa Waikafiya Buya, Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2018. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut