Karantina Orang Terlalu Lama, DPRD Desak Pemda Morotai Beli Alat PCR

  • Bagikan
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Pulau Morotai, Mahmud Kiat (Istimewa)

DARUBA – Sistem karantina yang dilakukan Tim Gugus Tugas Perecepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) menui banyak pro kontra. Ini disebabkan lamanya proses kekarantina yang dilakukan tanpa adanya hasil swab atas orang yang dikarantina.

DPRD Pulau Morota meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera membeli alat Polymerase Chain Reaction (PCR) uji untuk penanganan Covid 19 di Morotai, sehingga hasil swab seseorang bisa diketahui lebih cepat. Sebab, sistem karantina selama ini menyebabkan publik resah.

“Model karantina di Morotai harus diperbaiki, karena selama ini karantina terlalu lama itu yang banyak pro kontra di publik, saya sarankan Pemda Morotai bisa beli alat PCR-nya, ini dalam rangka mempermudah atau mempercepat hasil swabnya,” ungkap Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Pulau Morotai, Mahmud Kiat kepada wartawan, Kamis (23/7/2020).

Pembelian alat PCR itu dengan menggunakan dana Covid 19 Morotai.  Sebab, belanja alat tersebut lebih baik ketimbang mengkarantina masyarakat dengan waktu yang lama dan juga mengeluarkan anggaran yang besar, misalnya kebutuhan makan minum dan sebagainya.

“Mempercepat model kekarantinaan lebih baik anggaran itu dialihkan ke belanja PCR, kalau alatnya sudah datang maka hasilnya lebih cepat, kalau hasilnya dikirim di luar daerah maka dipastikan akan lama, semua menunggu dari provinsi, kalau tahan orang lama juga bisa juga menurunkan imun orang,” paparnya.

Menurut Mahmud, masyarakat yang dikarantina pasti psikologinya terganggu jika pendapatan ekonominya tidak menentu.

“Untuk menunggu hasil swab pertama saja harus menunggu hasil 20 hari, kalau sampai swab ke 2 kali itu memakan waktu 2 bulan, orang yang dikarantina bisa sakit, saya juga sudah 20 hari dikarantina,” kesalnya.

Namun demikian, dirinya sepakat dengan sistem karantina yang dilakukan oleh Pemda Morotai. Sebab, itu bagian dari upaya memotong penyebaran virus korona yang masuk Pulau Morotai. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut