Bawaslu Halsel Launching Kampong Tolak Politik Uang dan Hoax

  • Whatsapp
Deklarasi Kampung Tolak Politik Uang dan Hoax (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA – Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menggelar Launching Kampong Anti Politik Uang dan Hoax. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk mensosialisasikan pencegahan terhadap politik uang dan informasi hoax menjelang pemilihan kepala daerah tahun 2020 di tanggal 9 Desember nanti.

Launching yang berlangsung di lapangan Merdeka Desa Labuha Kecamatan Bacan,  Selasa (28/7/2020), dihadiri Jogugu Kesultanan Bacan, Kabag Ops, Dandim 1505 Labuha, Komisioner KPU dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) serta kepala-kepala Desa di Kecamatan Bacan.

Kegiatan dilakukan Bawaslu Halsel ini merupakan bagian dari Pengawasan Pemilu Partisipatif dengan program Bawaslu Siap Awasi Kampong (BASIKAP) pada pelaksanaan Pilkada Halmahera Selatan tahun 2020.

Ketua Bawaslu Halsel, Kahar Yasim dalam sambutannya mengatakan politik uang di dalam Pilkada sudah diatur dalam Undang-Undang nomor 10 tahun 2015. Di dalam Undang-Undang tersebut orang yang memberikan uang kepada masyarakat dan masyarakat yang menerima uang dapat dikanakan pidana.

“Prinsipnya UU nomor 10 tahun 2015 menegaskan yang memberikan uang dan menerima sama-sama dikenakan sanksi. Tidak mengenal siapa. Baik Kades dan perangkatnya, kandidat dan timsesmya,” tegasnya.

Sementara itu, Kordiv PHL Bawaslu Halsel, Rais Kahar menambahkan dengan adanya kegiatan tersebut masyarakat di Ibu Kota Kabupaten Halsel dapat menyadari betapa bahayanya Politik uang dan Hoax. Dirinya berharap, masyarakat dapat berperan aktif menolak politik uang dan menyebarkan informasi hoax.

“Kami berharap, bersama Bawaslu masyarakat dapat memerangi Hoax dan Politik uang, sehingga terciptanya demokrasi yang adil,” sambung Rais.

Selain itu, Kepala Desa Labuha Badi Ismail menuturkan, politik uang ini sangat membahayakan. Maka dirinya meminta kepada Bawaslu agar memproses para kandidat dan tim pemenangnya yang mau bermain politik uang.

“Jadi, calon Bupati dan Wakil juga harus digugurkan,” cetus Badi.

Secara pribadi kata Badi, seluruh warga masyarakat Labuha menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu yang sudah bekerja sama dengan pihak Desa Labuha. Dengan adanya kegiatan launching Kampung Tolak Politik Uang dan Hoax ini, Bawaslu bersama masyarakat  dapat memerangi politik uang.

“Saya berharap kepada seluruh stake holder dan pemangku kepentingan agar bahu-membahu bersama Bawaslu kita lawan politik uang di Pilkada Halsel yang akan digelar pada bulan Desember mendatang,” tutup Badi. (*)

Pos terkait